Tampilkan postingan dengan label All About Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About Music. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Agustus 2010

Marty Friedman

Nama Lengkap: Marty Friedman
Website Resmi: http://wwww.MartyFriedman.com
Group Band Sebelumnya: Megadeth, Cacophony, Deuce, Vixen & Hawaii
Gitar: Ibanez SZ model, Jackson Kelly Marty Friedman Signature Series, Ibanez & Fernandes
Tempat Lahir: Washington, D.C - USA
Pengaruh: Musik Jepang, Frank Marrino, Uli Jon Roth, Neil Geraldo, Brian Setzer & Brain May
Keahlian: Note Selection, Japanese/Exotic Scale, Blues, dll.

Hampir semua gitaris menilai bahwa permainan gitar yang baik adalah yang memberikan rasa/feel yang baik, speed/kecepatan bukanlah segala. Marty Friedman merupakan dewa gitar yang paling melodius dan paling berhati-hati dalam pemilihan nada (Note Selection). Seperti yang diutarakan gitaris Jason Becker bahwa setiap detik, setiap nada yang dimainkan Marty mencerminkan penjiwaan yang sangat mendalam. Semua ini dapat Anda rasakan sendiri ketika Anda memainkan salah satu dari lagu Marty.

Marty diakui dunia dengan solonya yang tematik. Album solonya "Scenes" menjadi Album Instrumental Terbaik ke-2 tahun 1993, sekaligus menjadi Gitaris Terbaik nomor 2 tahun 1993 atas solonya pada lagu "Symphony Of Destruction" (Megadeth). Sebelumnya Marty juga banyak menerima penghargaan award dari International Reader's Polls yang mensejajarkan dirinya dengan gitaris kelas dunia lainnya.

Marty Friedman sudah rekaman sejak 1980 bersama group band pertamanya Deuce, namun baru terkenal di dunia musik ketika ia bergabung dengan salah satu group band terbesar: "Megadeth" pada tahun 1990. Sungguh sebuah perjuangan yang berat bagi Marty untuk bergabung dengan Megadeth. Konon ketika Megadeth memilih calon gitaris barunya, Marty membawa perlengkapan gitarnya satu mobil truk untuk meyakinkan bahwa dia serius. Namun di luar dugaan Megadeth justru Megadeth bertambah besar berkat masuknya warna musik yang diusung oleh Marty.

Menonjolnya pengaruh Marty Friedman dapat dirasakan pada album "Rust In Peace" (Megadeth). Tahun lalu Marty memutuskan untuk meninggalkan group band Megadeth yang telah didukung lebih dari 1 dekade (10 tahun), yang kemudian diganti posisinya oleh gitaris Al Pitrelli. Kini Marty baru saja menyelesaikan album solo terbarunya dengan judul "Music For Speeding", yang kini telah beredar di Jepang dengan 2 bonus tracks. Album baru ini baru akan beredar di seluruh dunia bulan Februari atau Maret 2003. Warna musik Marty di album baru ini sudah jauh lebih modern dibandingkan album sebelumnya, di mana mixing yang dilakukan di album ini sudah sangat bagus sekali. Sejak tahun 2003 ini Marty telah pindah ke Jepang dan mencoba menjadi warga Jepang selama 1 tahun ini.

Marty sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 1987 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika dia bergabung dengan Jason Becker dalam group band Cacophony. Marty & Jason Becker dipertemukan oleh produser Mike Varney. Mike Varney menemukan Marty di bar & Jason Becker melalui rekaman demonya, akhirnya Mike Varney mencoba untuk menyatukan musik Marty yang berbau Jepang dan Jason Becker dengan pengaruh musik klasiknya yang kental. Kemudian terbentuklah group band Cacophony dengan 2 album yang menderu-deru yang sangat disegani oleh para shredder dunia yaitu "Speed Metal Symphony" (1997) dan Go Off! (1998).

Tidak dapat dipungkiri betapa besarnya pengaruh musik Jepang terhadap permainan Marty, akhirnya Marty berhasil menggaet artis New Age yang sangat terkenal yaitu Kitaro untuk menjadi produser di album new age pertamanya Marty: Scenes. Semua proses rekaman Marty di beberapa album solonya direkam di studio rekamannya Kitaro. Album tersebut diwarnai dengan orkestra ditambah dengan instrumen lain seperti biola, piccolo, cello, koto, shakuhachi, dan piano.

Apabila Anda belum mengenal Marty, Anda pantas mencoba mendengarkan musiknya yang sangat melodius, harmonis, damai, cantik dan indah. Jika di musik jazz/sax Anda menyukai Kenny G, maka di musik rock/gitar Anda akan menyukai Marty Friedman.

Pada tahun 2006 Marty merilis Album LoudSpeaker & tahun 2008 merilis Album Future Addict

Greg Howe

Nama : Greg Howe
Website : www.greghowe.com
Gitar : ESP Stratocaster, custom guitar, Gibson Les Paul, Fender Telecaster, Takamine EC132SC
Pengalaman Band : Duke, Howe II
Pengaruh Musikal : Eddie Van Halen, Steve Morse, Allan Holdsworth
Label Rekaman : Shrapnel Records


Greg Howe mulai bermain gitar pada usia 10 tahun. Pengaruh untuk menjadi seorang gitaris rock ia dapatkan dari grup rock Van Halen. Pada masa remajanya ia bermain bersama bandnya yang mengusung aliran rock di beberapa club bersama kakaknya, Al yang menjadi vocalis. Tahun 1988, pemilik label rekaman musik-musik heavy metal, Mike Varney menawarkan Greg untuk rekaman album setelah mendengar demonya. Mike Varney yang saat itu memiliki banyak gitaris-gitaris neoclassic shredd yang bernaung di labelnya memiliki sebuah pilihan baru dengan hadirnya Greg yang memainkan warna musik yang lebih ngefunk, fusion, dan cukup jazzy.

Album pertamanya berjudul 'Greg Howe' direlease. Album tersebut menampilkan Billy Sheehan pada bass dan Atma Anur pada drum. Nama Greg Howe kemudian ikut membanjiri nama-nama gitaris heavy metal yang telah lebih dulu hadir. Satu tahun berikutnya ia ikut dalam rekaman album kompilasi berjudul 'High Gear'. Album ini bukan sebuah album solo, melainkan album bersama grupnya Howe II yang ia bentuk bersama kakaknya, Al Howe. Yang menarik, album ini juga menampilkan Mike Vaney dan Jason Becker pada vocal.

Tahun 1990, album 'Now Hear This' bersama grupnya Howe II direlease. Kemudian Greg merelease album solo keduanya 'Introspection' tahun 1993. Album-album berikutnya adalah Uncertain Terms (1994), Parallax (1995), Five (1996), Ascend (1998), Hypercuity (2000). Pada tahun 1995, Greg pernah merilis album duet dengan Richie Kotzen. Album kolaborasi tersebut diberi judul Tilt. Kerjasama ini berlanjut pada tahun 1997 saat merka berdua merelease album 'Project'.

Selain sebagai solo player, Greg juga pernah menjadi pendamping Jennifer Batten sebagai gitaris Michael Jackson dalam promo tur album History. Selain Michael Jackson, Greg juga pernah menjadi gitaris dari penyanyi ganteng Enrique Iglesias pada turnya tahun 2000. Kemudian mendampingi grup vocal N'SYNC tahun 2001 hingga 2002. Setelah itu ikut dengan Justin Timberlake dalam promo albumnya. Dari segi pengalaman, Greg memang cukup kenyang bermain dengan penyanyi-penyanyi Top 40.

Salah satu album Greg yang menarik yaitu album Extraction yang menampilkan salah satu dewa bass Victor Wooten, dan drummer Dennis Chamber. Ia juga pernah bermain dengan banyak musisi dunia mulai dari Michael Jackson, Santana, Vitalij Kuprij, Tetsuo Sakurai, James Murphy, dll. Sebuah album kompilasi berjudul 'A Guitar Supreme' juga turut ia hadiri. Di album itu ia menampilkan satu nomor berjudul 'Giant Steps'. Selain Greg, album itu juga menampilkan master-master gitar seperti Steve Lukather, Frank Gambale, Eric Johnson, dll.

Tahun 2004 Greg turut mengisi part gitar pada album solo Jordan Ruddes yang berjudul 'Rhythms of Time'. Selain dirinya masih ada Joe Satrani, Vinnie Moore, Steve Morse, dan beberapa musisi lainnya. Ia juga termasuk gitaris yang punya jadwal sangat sibuk. Ia banyak tampil di berbagai klinik, pameran musik, kolaborasi, dan beberapa tur kecil diseluruh dunia. Sebuah video lesson Greg Howe sangat layak untuk dikoleksi.

Richie Kotzen

Nama Lengkap: Richie Kotzen
Website: www.richiekotzen.com
Group Band Sebelumnya: Poison, Vertu, & Mr.big
Gitar: Fender Richie Kotzen Stratocaster, Telecaster & Ibanez
Tempat/Tgl Lahir: Sekitar tahun 1970 di Reading, Pennsylvania
Pengaruh: Jason Becker, Eddie Van Halen,
Keahlian: Tapping, Legato, Blues Vocal, dll.

Berbicara tentang gitaris shredder paling keren, mungkin Richie Kotzen salah satunya. Seperti halnya Jason Becker, Richie Kotzen juga merupakan gitaris muda yang sangat berbakat. Pada usia 17 tahun kemampuan Richie dalam permainan gitarnya telah di atas rata-rata. Hal ini dapat Anda saksikan di album solo perdananya "Richie Kotzen" (self-titled diproduseri oleh guru gitarnya: Jason Becker, juga diluncurkan oleh Mike Varney dari Shrapnel Records) dan video lesson Richie Kotzen "Rock Chops" (dari REH Video). Anda dapat menyaksikan betapa menakjubkan kecepatan Richie dalam memainkan teknik legato atau tapping.

Pada usia 20 tahun Richie kemudian dikenal kalangan umum ketika ia pertama kali bergabung dengan band terkenal: Poison (menggantikan posisi gitaris CC.Deville). Pengaruh Richie yang sedemikian besarnya bahkan sanggup mengganti warna musik band Poison di album "Native Tongue" (1993). Album ini berhasil mencapai platinum dengan 2 single yang berhasil masuk ke TOP 20 Single: "Stand" dan "Until You Suffer Some (Fire and Ice)". Kedua lagu single ini ditulis oleh Richie juga. Anda ingin menyaksikan penampilan Richie di video? Anda dapat menyaksikannya di video konser Poison tsb. Kini Richie lebih terkenal lagi setelah dia bergabung dengan band Mr.BIG, menggantikan posisi Paul Gilbert.

Richie besar di Los Angeles dan pertama kali memainkan piano pada usia 5 tahun. Selanjutnya Richie pertama kali mempelajari gitarnya pada usia 7 tahun, diinspirasikan oleh sebuah poster KISS. Pada usia 17 tahun Richie sudah meluncurkan album solo NeoClassic pertamanya dan ditampilkan di sampul & column majalah Guitar World. Pada album solo kedua (Fever Dream - 1990), ketiga (Electric Joy - 1991) dan keempatnya Richie mengganti warna musiknya ke Modern Blues dan mengisi vocal sendiri di semua album tsb. Di luar dugaan kualitas vocal blues Richie sangatlah bagus untuk seorang gitaris shredder!

Pada tahun 1992 Richie tampil di rekaman "Guitars That Rule The World Vol.I" dengan lagu "Chype Fluxx" bersama giatris ngetop lainnya seperti Paul Gilbert, Yngwie, Nuno, Reb Beach, dll. 1 tahun kemudian (1993) Richie yang telah bergabung dengan band Poison akhirnya harus keluar dari band tersebut karena Richie menikahi pacar drummer Poison (Rikki Rocket).

Setelah itu Richie meluncurkan banyak sekali solo album dari Jazz Fusion, Punk, Soul & Blues. Nama-nama solo album Richie adalah sbb: Inner Galactic Fusion Experience (1995), Bi-Polar Blues (1999), Break It All Down (2000), Something To Say (2000), Wave Of Emotion (2000) & What Is... (2000). Richie juga ikut mengisi di rekaman blues "L.A. Blues Authority Vol.5 - Cream Of The Crop" (1994) dan mengisi di album Jazz Fusion dengan band Vertu.

Pada tahun 1999 ketika gitaris terkenal Paul Gilbert memutuskan untuk meninggalkan band Mr.Big, Richie terpilih untuk mengganti posisi Paul di album terbaru Mr.BIG "Get Over It" yang terjual lebih dari 175.000 copy pada 2 minggu pertama di Jepang dan disusuli oleh tour Asianya yang cukup sukses.

Steve Morse

Nama Asli : Steven J. Morse
Tempat/Tgl Lahir : Hamilton, Ohio, USA / 28 Juli 1954
Gaya Permainan : Blues & Hard Rock
Group Band Sebelumnya : Kansas, The Plague, Dixie Grit, The Dregs,
Group Band sekarang : Deep Purple, Steve Morse Band
Pengaruh musikal : Deep Purple, Joe Perry, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream), George Harrison, Eric Johnson, Keith Richards
Gitar Yang Digunakan : custom (body telecaster, neck strat), Ernie Ball Steve Morse model
Ampli : Digitech 2101 , ADATs, Peavey combo amp, Crate combo amp, A Carvin Vintage head, Peavey Tube head, A Trace Elliot, Marshall, Ampeg V4. Neuman TLM 170, AKG 414, Shure (57 and beta 57), Shure condensor 81, Audio Technica,speaker JBL 120's, cabinet open back Carvin
PickUp : (Lima buah pada satu gitar) DiMarzio (neck to bridge): DP-205 Morse Signature, 20.5K, DP-108 Vintage, Single Coil, 6.0K, Proprietary Custom Wound, 5.5K, DP-200 Morse Signature, 9.6K


Band pertama Steve adalah The Plague(bersama kakaknya Dave), setelah remaja ia sekolah di Richmond Academy di Augusta, di sana lah Steve bertemu dengan Andy West(yang akhirnya menjadi bassist Dixie Dregs), pada akhir 60 an Dixie Grit terbentuk, dengan formasi yang di isi oleh orang-orang yang sangat berbakat yaitu Steve Morse pada gitar, Andy West pada bass, Johnny Carr pada keyboard, Frank Brittingham pada vokal/gitar and kakak steve mengisi posisi drummer. Pada awalnya Dixie Dregs sering memainkan lagu-lagu Led Zeppelin dan Cream.

Setelah Dixie Grit bubar, ada dua orang anggotanya yang masih ingin melanjutkan bermain musik, yaitu Steve Morse dan Andy West, saat itu hanya mereka yang tersisa(Dregs) dari band. Aleh karena itulah mereka menamakan diri mereka Dixie Dregs. Mereka terbentuk sekitar tahun 1971-1972

Setelah SMA(High School), steve morse (yang seringkali dihukum karena ia tidak ma memotong rambutnya) melanjutkan studinya ke University of Miami's School of Music, yang memiliki reputasi bagus dalam mencetak musisi amerika saat itu. Beberapa saat kemudian Andy West juga menyusulnya ke sekolah yang sama.

Di universitas tersebut, Steve memiliki proyek studi yang merupakan sebuah band bernama Rock Ensemble II, mereka seringkali tampil di kampus dan menjadi perhatian orang-orang saat itu. Steve sendiri mengikuti program jazz tradisional, dengan instrumen utamanya adalah gitar klasik. Pada masa kuliahnya ini Steve menjadi panutan dan sangat dikenal di kalangan mahasiswa sebagai seseorang yang pendiam, dengan rambut panjang yang pirang, selalu bermain dengan telecasternya yang ber neck Stratocaster, dan selalu memindahkan pick upnya saat memainkan lead gitar.

Setelah semua anggotanya selesai kuliah, Rock Ensemble II mengganti namanya menjadi Dixie Dregs. Gitar “hybrid” yang digunakan Steve pada masa kuliahnya tersebut adalah hasil rakitan tangan Steve sendiri. Ia merakit gitarnya yang terdiri dari body fender telecaster(ia membuat sendiri pick guardnya), neck Stratocaster, bridge tune-o-matic Gibson, tailpiece dari gitar senar 12, fret Gibson(jumbo) pada necknya, dan lima buah pick up! (Gibson humbucker, fender strat, telecaster, dimarzio custom made, dan pickup buatan 360 system) dan tiga switch. Steve sendiri pernah menamakan gitarnya sebagai frankestein telecaster.

Dixie dregs saat itu memiliki karakter ke arah fusion, blue grass, jazz, groovy funk, rock n roll. Selain membuat karyanya sendiri mereka juga memainkan lagu-lagu dari Mahavishnu Orchestra dan Allman Brothers band.

Setelah membuat beberapa album(1977- Free Fall, 1980 - What If), pada tahun 1981 karena alasan komersial Dixie dregs mengubah namanya menjadi “The Dregs”. Pada tahun tersebut lagu mereka Unsung Heroes menjadi nominasi Grammy Awards untuk kategori Best Instrumental Performance.

Pada tahun 1983 The Dregs berpisah dan masing2 personil mengerjakan berbagai proyeknya sendiri. Setelah itu Steve Morse lebih banyak menggunakan pen dari pada gitarnya, pada masa tersebut ia menulis sampai lebih dari 100 artikel dalam berbagai majalah mengenai gitar dan musik juga filosofinya.

Setelah cukup lama menulis, pada tahun 1984 Steve membentuk bandnya “Steve Morse Band” yang memiliki 3 orang personil(Steve M-Gitar, Jerry Peek-Bass, dan Doug Morgan-Drum), mereka mengeluarkan album pertamanya yang berjudul “The Introduction”. Pada masa-masa tersebut Steve juga bekerja sama dengan Albert Lee

Pada tahun yang sama Steve di rekrut menjadi gitaris di band Kansas, namun ia juga masih terus bekerja bersama Steve Morse Bandnya.Saat bekerja bersama Kansas, Steve Morse sempat berpindah jalur dari musik menjadi Pilot pesawat terbang komersil(saat itulah akhirnya ia memotong rambutnya menjadi pendek). Hal ini banyak di sebabkan karena kejenuhannya terhadap industri musik saat itu yang sangat menekan dan membatasi karya musisi itu sendiri. Namun saat itu ia tidak keluar dari Kansas, ia juga mengerjakann album Kansas yang berjudul “In the Spirit of Things” saat ia bekerja menjadi pilot.

Setelah berhenti menjadi pilot, ia kembali ke dunia musik dan ia memutuskan untuk keluar dari Kansas. Hal yang cukup berpengaruh pada kembalinya ia ke dunia musik adalah undangan untuk bergabung dengan Linyrd Skinyrd pada konser mereka di akhir 80’an. Saat itu ia menyadari bahwa bermain musik tidak seburuk yang dipikirkan sebelumnya.

Pada akhir 80’an, Steve Morse berkonsentrasi pada proyek-proyek solonya. Pada masa itu(masa di mana para monster gitar muncul : steve vai, Joe Satch, dan eric Johnson) . Saat itu Steve memenangkan Guitar Player Magazine’s Readers Poll untuk kategori Best Overall Guitarist untuk 5 tahun berturut-turut!

Pada tahun 1993 Deep Purple kehilangan gitarisnya Richie Blackmore dan setelah setahun mereka mengadakan tour bersama Joe Satriani sebagai gitaris, akhirnya pada tahun 1994 mereka merekrut Steve Morse sebagai gitaris tetap mereka berikutnya.

Setelah mengikuti beberapa rangkaian tour akhirnya pada tahun 1998 Steve Morse bersama Deep Purple mengeluarkan album “Purpendicular”, setelah itu mereka menjalankan rangkaian tour besar yaitu “Total Abandon Tour” pada tahun 1999.

Pada tahun 2000 Steve Morse mengeluarkan solo Albumnya yang berjudul Major Impact, yang berisi tribute untuk para pemain gitar dan band yang mempengaruhinya seperti John McLaughlin(Mahavishnu Orchestra), Alex Lifeson, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream), George Harrson, Eric Johnson, Keith Richards, dll. Tahun 2002 Steve Morse Band mengeluarkan album yang berjudul “Split Decision”. Pada tahun 2004 Steve Morse mengeluarkan “Major Impacts 2”, yang juga berisikan tribute untuk band dan para gitaris yang mempengaruhinya seperti Joe Perry, Lynird Synyrd, The Yardbirds, Bach, Genesis, Cajun, ZZ Top, Deep Purlpe, Ted Nugent , dll.

Jumat, 13 Agustus 2010

Pengertian Musik



Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar.
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Ada beberapa pendapat mengenai musik, diantaranya :
  • Aristoteles mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
  • Herbert Spencer, seorang filsuf Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang, sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai cara 
  • Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional” 
  • Romain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian. 
  • Sydney Smith musik ialah satu satunya pesona termurah dan halal di muka bumi. 
  • Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya. 
  • Mendelssohn meyakini bahwa musik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup. 
  • Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya. 
  • Prier mengatakan musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
Namun terlepas dari semua itu, penulis melihat bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk berpendapat mengenai pengertian musik. Itu tergantung dari sudut pandang seseorang, latar belakang seseorang, kepribadian seseorang, lingkungan dan banyak lagi faktornya. Mungkin bisa di bilang juga, musik adalah sesuatu yang abstrak. Bisa dirasakan atau di dengar namun tidak bisa di ungkapkan. Sama hal nya dengan perasaan hati seperti sedih, kesal, marah, cinta, dan lain-lain. Kita tahu apa itu sedih, apa itu cinta, tapi setiap orang akan berbeda dalam mendefinisikannya ataupun mengungkapkan pendapatnya.

Mungkin disini penulis ingin mengambil sebuah kesimpulan tentang musik meskipun kesimpulan ini penulis yakini berbeda dengan kesimpulan anda. " Musik adalah Kesatuan bunyi yang beraturan dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi seseorang yang merasakan ataupun mendengarnya ".

Senin, 19 Juli 2010

Tips-tips dalam menciptakan lagu

1)Buatlah dirimu dalam keadaan hati yang beranekaragam. Jika kamu sedang sedih, pasti akan lahir lagu yang sedih. Sebaliknya, jika kamu sedang gembira pasti akan lahir lagu yang gembira.
2)Jika ingin membuat lagu bertema cinta, usahakan dirimu pernah punya pengalaman dalam berpacaran. Itu akan mempermudahkan kamu dalam mencari lirik lagu yang akan kamu buat. Apalagi pengalaman yang menyakitkan (terkhianati atau yang lainnya), pasti dalem banget tuh makna lagunya. Bisa juga inspirasinya dari curhatan orang lain, tinggal nunggu kreativitasmu saja yang berjalan.
3)Yang tak kalah pentingnya adalah mood kamu pada saat itu. Mood sangat mempengaruhi dalam pembuatan lagu.. Jika mood kamu lagi jelek, mendingan jangan dulu buat lagu. Dijamin lagu tersebut akan kacau balau.
4)Setidaknya mempunyai satu alat musik yang bisa membantu kamu. Tapi yang paling sering digunakan orang pada umumnya yaitu gitar, ada juga yang menggunakan piano. Tergantung dari selera dan keahlian kamu berada dimana.
5)Sebisa mungkin jadikan suaramu bagus, paling tidak yang standar-standar saja asalkan jangan falls (terkecuali kalo kamu PD abis). Kalau suaramu jelek, biasanya kamu cenderung malas atau ragu untuk membuat lagu karena sudah tidak percaya diri lagi dengan suara jelekmu tadi dan timbul anggapan “aku pasti takkan sanggup”.
6)Sering-sering bersenandung irama bebas (tapi jangan terlalu berlebihan) dan secara spontan, karna itu bisa menjadi awal kamu mendapatkan inspirasi dalam mencari nada (aransemen) lagunya.
7)Jika kamu ingin buat lagu, pastinya kamu harus suka dengan musik terlebih dahulu. Tanpa itu kamu akan kesulitan dalam prosesnya bahkan tak akan ada timbul rasa ingin membuat lagu tersebut.

Mungkin hanya ini dulu yang bisa kulakukan untuk membantu kamu semua dalam menciptakan lagumu sendiri. Teruslah semangat, tingkatkan kreativitasmu, dan jangan cepat berpuas diri. Selamat mencoba dan semoga berhasil….

Unsur Yang Perlu Dimiliki Untuk Sebuah Lagu Bagus

unsur-yang-perlu-dimiliki-untuk-sebuah-lagu-bagus-a.jpgDalam membuat sebuah lagu, si musisi/band akan berusaha untuk :
- mencurahkan perasaannya sepenuh-penuhnya dan seutuh-utuhnya melalui bunyi-bunyian
- mengatur/menata agar bunyi-bunyian yang dibuatnya indah, bagus atau enak didengar.

Dan dalam proses pembuatan terciptanya lagu, si musisi/band memperoleh kepuasan atau kesenangan. Orang lain, yang mendengar lagu tsb juga dapat memperoleh kepuasan dan kesenangan.

Namun karena pengertian lagu yang indah atau bagus akan berbeda dari orang ke orang. Dengan demikian tidak mudah membuat lagu yang akan dinilai indah atau bagus oleh banyak orang.

Agar lagu terasa indah atau bagus, berikut beberapa unsur yang perlu dimiliki sebuah lagu :

1. Harmonis
Pengertian harmonis secara sederhana adalah kesesuaian/keseimbangan nada (atau nada-nada) suatu instrument dengan nada (atau nada-nada) instrument lainnya.

2. Irama/Ritme
Pengertian irama/ritme secara sederhana adalah perulangan bunyi-bunyian menurut pola tertentu dalam sebuah lagu. Perulangan bunyi-bunyian ini juga menimbulkan keindahan dan membuat sebuah lagu menjadi enak didengar.

3. Melodis
Pengertian melodis secara sederhana adalah pergerakan/perubahan tinggi rendahnya nada yang dimainkan dari waktu ke waktu. Suatu lagu yang indah atau bagus umumnya memiliki melodi yang enak didengar.

4. Suasana/Nuansa
Nuansa adalah suasana yang terasa dari sebuah lagu. Macam-macam suasana ini dapat dibangun/dibuat melalui melodi, harmoni, irama dan juga efek suara instrument yang digunakan dalam sebuah lagu.

Apakah suasana riang, gembira, sedih ataupun murung. Suasana suatu lagu dapat menimbulkan sensasi perasaan tertentu pada pendengarnya akibatnya membuat suatu lagu terasa indah atau enak didengar.

5. Alunan Emosi
Alunan emosi adalah tahapan/pergerakan pencurahan emosi dalam sebuah lagu.

Dalam sebuah lagu harus ada emosi yang terkandung entah itu emosi marah, sedih, rindu dsb. Emosi-emosi ini dicurahkan menurut tahapan-tahapan tertentu, misalkan dari mulai dikenalkan, dicurahkan perlahan, meningkat, sampai ke puncak emosi kemudian menurun kembali dsb.

Adanya emosi yang dapat dirasakan ini dapat mempengaruhi apakah suatu lagu akan terasa indah/bagus atau tidak. Lagu yang kandungan emosi didalamnya sulit ditangkap/dirasakan kemungkinan menjadi tidak menarik, dan sebaliknya.

Perpaduan yang pas dari hal-hal diatas turut mempengaruhi indah/bagus atau tidaknya suatu lagu. Dan perpaduan yang demikian diatas tidaklah mudah dibuat. Karena Lagu yang bagus selain enak didengar juga mempunyai dampak :
- dapat dinikmati, dipahami dan dihayati oleh pendengarnya
- mendorong/merangsang pendengarnya untuk turut bernyanyi, menari, atau terbawa dalam lagu tsb.

Namun tentu unsur-unsur diatas bukanlah harga mati, bisa saja ada hal-hal lain yang membuat sebuah lagu menjadi indah/bagus.

Jumat, 02 Juli 2010

Sejarah dan Fakta Unik Dewa 19

Dewa 19, sering disebut sebagai Dewa, adalah sebuah band rock Indonesia yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Sejak pembentukan band ini pada tahun 1986 ada beberapa perubahan lineup. Anggota saat ini: Ahmad Dhani (keyboard), Andra (gitar), Tyo (drum), Yuke (gitar bass), dan Once (vokal).

Permulaan

Dewa pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat siswa dari SMPN 6 SMP tinggi di Surabaya. Nama Dewa berasal sebagai singkatan dari nama pendiri ': D dari Dhani (keyboard, vokal), E dari Erwin Prasetya (gitar bass), W dari Wawan Juniarso (drum) dan A dari Andra (gitar). Dewa ini juga merupakan makna kata Indonesia 'tuhan', atau 'dewa'. Band ini awalnya berbasis di asrama Wawan di kompleks Universitas Airlangga.

Ingin mengambil arah yang berbeda, Wawan meninggalkan band pada tahun 1988 dan membentuk Outsider dengan Ari Lasso. Nama Dewa berubah menjadi Down Beat yang menjadi nama yang cukup terkenal di Jawa Timur selama waktu itu.

Ketika Slank menjadi terkenal, Wawan diminta untuk bergabung kembali Dewa untuk meremajakan band dan Ari Lasso diundang juga. Sebagai usia anggota band adalah 19 tahun pada saat itu, Down Beat berubah menjadi Dewa 19. Karena kurangnya sebuah studio yang memenuhi persyaratan mereka di Surabaya, band ini terpaksa pindah ke Jakarta dimana setelah sejumlah penolakan oleh perusahaan rekaman, seorang Dewa 19 master akhirnya dicatat oleh Team Records.
[Sunting] Mainstream dan kesuksesan line-up ketidakstabilan

Album pertama Dewa 19 yang dirilis pada tahun 1992. Melebihi harapan, album menerima penghargaan dari BASF dalam kategori Pendatang Baru Terbaik dan Album Terpopuler tahun 1993.

Selama pembuatan album Format Masa Depan kedua yang dirilis pada tahun 1994, Wawan meninggalkan band lagi karena ketidakcocokan antara anggota. Setelah 1995 album Terbaik-Terbaik yang menikmati penjualan lebih dari setengah juta unit telah selesai, Wong Aksan bergabung dengan band sebagai drummer. Wong berangkat juga setelah album Pandawa Lima berikut selesai pada tahun 1997 dan digantikan oleh Bimo Sulaksono, mantan anggota Netral. Tidak lama kemudian Bimo meninggalkan Dewa 19 dan bersama-sama dengan Bebi Romeo membentuk band.

Selain masalah perubahan sering ke lineup, Dewa 19 juga menderita implikasi dari masalah obat dugaan dua anggota band lainnya. Erwin memasuki program rehabilitasi untuk mengakhiri ketergantungan obat yang akhirnya berhasil. Ari Lasso juga mengalami kesulitan dan Dhani bersikeras bahwa peran vokalis diisi oleh Sekali. Kursi drummer yang kosong diisi oleh Tyo Nugros.

Di album kelima Bintang Lima mereka dirilis pada tahun 2000, band ini berganti nama dari Dewa 19 kembali ke Dewa. Bintang Lima adalah hit, menjual lebih dari 1,7 juta kopi [rujukan?]. Erwin kembali ke band sebagai pemain gitar bass.

Setelah merilis album tahun 2002 dari populer Cintailah Cinta, sejumlah masalah muncul. Lagu "Arjuna Mencari Cinta" itu terganggu oleh isu-isu hak cipta dan akhirnya band ini terpaksa mengubah namanya menjadi "Arjuna" saja. Erwin kiri karena perbedaan dengan manajemen band dan digantikan oleh Yuke Sampurna, mantan bassis The Groove.

Pada tahun 2004 Dewa merilis album live berjudul Atas Nama Cinta I & II diikuti oleh studio album Laskar Cinta. Pada tahun yang sama Dewa berubah nama menjadi Dewa 19 lagi.

Pada tahun 2006 studio kedelapan album Republik Cinta dirilis. Album ini telah melahirkan tiga hit single radio: "Laskar Cinta", "Selimut Hati" dan "Sedang Ingin Bercinta".

Pada tahun 2009, Dewa 19 Tyo Nugros karena sakit di kaki itu berarti ia tidak bisa bermain drum untuk perpanjangan waktu hilang.
[Sunting] Side Proyek

Sekarang, anggota Dewa punya proyek sampingan mereka sendiri. Dhani kini juga bermain untuk The Rock, Andra bermain gitar untuk nya Andra dan tulang punggung sendiri, dan juga Setelah mengembangkan karirnya sebagai seorang penyanyi solo.


sumber: http://guitarra-music.blogspot.com/2010/07/sejarah-dan-fakta-unik-dewa-19.html

Dampak Musik Indie Bagi Perkembangan Industri Musik Indonesia

Apakah definisi dari musik indie menurut anda?

Sebenarnya menurut saya, musik indie sebagai aliran atau genre musik itu “not even exist” ( tidak ada-red), karena yang disebut musik indie itu adalah untuk membedakan antara yang mainstream dengan indie. Jadi musik indie adalah istilah untuk membedakan antara musik yang dimainkan oleh musisi profesional dengan musisi amatir.

Tapi yang pasti indie adalah gerakan bermusik yang berbasis dari apa yang kita punya, do it yourself, etika yang kita punya mulai dari merekam, mendistribusikan dan promosi dengan uang sendiri. Walaupun nantinya akan ada perbedaan lagi antara indie dengan D.I Y itu sendiri.

Bagaimana pengkriterian antara indie dengan mainstream?

Umumnya yang dimaksud dengan mainstream adalah arus utama, tempat di mana band-band yang bernaung di bawah label besar, sebuah industri yang mapan. Band-band tersebut dipasarkan secara meluas yang coverage promosinya juga secara luas, nasional maupun internasional, dan mereka mendominasi promosi di seluruh media massa, mulai dari media cetak, media elektronik hingga multimedia dan mereka terekspos dengan baik.

Jadi jika kita berbicara kriteria dari mainstream dengan indie itu lebih kepada industrinya, perbedaannya lebih kepada nilai investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan rekaman. Kalau masalah talent atau talenta, tidak ada yang memungkiri kalau band-band indie terkadang lebih bagus daripada band-band mainstream. Jadi di sini hanya masalah uang, karena industri musik berbasis kepada profit, jadi label menanamkan modal yang besar untuk mencari keuntungan yang lebih besar, ya, itu tadi pada nilai investasinya.

Bagaimana musik indie bisa tumbuh di Indonesia?

Musik indie tumbuh secara natural di Indonesia dan tidak ada yang memungkiri kalau musik rock n’ roll di Amerika sendiri pun tumbuh secara natural walaupun pada awalnya ditentang oleh orang tua dan pemuka agama. Kalau di Indonesia sendiri adalah imbas karena kita mengidolakan band luar. Maka jika kita telusuri, hampir semua band Indonesia adalah epigon dari band-band luar. Mereka mengawali karir mereka dengan membawakan lagu-lagu dari band luar mulai dari Koes Plus, God Bless sampai band-band awal 90an masih sering membawakan lagu orang.

Jadi mengapa mereka ada di situ? Pertama mereka mengidolakan band-band tersebut, kemudian mereka juga menjadi terinspirasi untuk menjadi rockstar. Menjadi rockstar itu menjadi impian hampir semua anak muda dikarenakan oleh apa yang terekspos di media, menjadi rockstar itu nikmat dan menyenangkan. Itu awal benihnya. Tapi mereka juga sadar bahwa ada keterbatasan menembus industri musik di mana ketika sebagai musisi rock yang cenderung ekstrim, mereka akan memainkan musik rock yang mereka sukai.

Jadi otomatis mereka tidak memandang musik rock yang mereka mainkan sebagai sesuatu yang layak dijual karena yang penting menurut mereka adalah idealisme dulu. Setelah itu, diterima oleh industri adalah urusan belakangan.

Sekitar tahun berapa musik indie di Indonesia mulai ada?

Berdasarkan sepengetahuan saya, sebenarnya musik indie atau dulunya disebut dengan underground itu sudah ada sekitar tahun 1970an. Kalau Koes Plus mengawali karirnya dengan langsung dikontrak oleh Remaco, di Indonesia dimulai dengan band-band seperti God Bless, AKA, Giant Step, Super Kid dari Bandung, Terncem dari Solo dan Bentoel dari Malang. Pada saat itu mereka sudah mendeklarasikan bahwa band mereka underground dan informasi ini saya baca di majalah Aktuil terbitan tahun 1971.

Di dalam majalah itu ditulis bahwa ada Underground Music Festival di Surabaya. Ada sebuah kompetisi antar band yang diwakili oleh God Bless dari Jakarta, Giant Step dari Bandung, Bentoel dari Malang dan Tencrem dari Solo. Mereka berkompetisi dan menurut saya, inilah cikal bakal dari scene underground atau indie. Dari situ juga mengapa band-band indie banyak berkembang dari kota-kota tersebut, band yang kemudian mewarisi apa yang dilakukan para pendahulu tersebut.

Menurut saya penelitian banyak yang mengatakan bahwa tahun 1993 merupakan tahun musik indie itu lahir atau established, saat PAS Band merilis album, menurut anda?

Yang mempopulerkan memang PAS Band, tapi menurut saya yang melahirkan adalah band-band jaman dulu. Namun dari setiap generasi selalu terjadi revisi, kesalahan-kesalahan dari pendahulu mereka perbaiki. Kesalahan dari pendahulu adalah tidak pernah merilis album, selalu membawakan lagu orang lain, selalu senang populer dengan lagu orang dan minimnya dokumentasi tentang musik-musik mereka.

Maka jika dibilang PAS band established itu benar tapi bukan mereka yang melahirkan musik indie. Bahkan album indie pertama bukan album PAS Band yang For Through The SAP itu, melainkan album dari Guruh Gipsy, mereka membuat album itu sekitar tahun 1976. Ini juga terungkap dari Deny Sakrie baru-baru ini dan album Guruh Gipsy itu mungkin album indie pertama.

Tapi yang pasti, PAS Band mempopulerkan gerakan indie pada tahun 1993 dengan menjual 5000 kopi albumnya dan terjual habis. Dan apa yang dilakukan PAS Band menjadi inspirasi semua band-band yang ada pada waktu itu. Kemudian barulah lahirnya Puppen, Pure Saturday, Waiting Room dan lain-lain. Jadi menurut saya, PAS Band cukup menginspirasi anak-anak muda untuk bergerak di bidang ini.

Pengaruh apa saja yang membantu perkembangan musik indie di Indonesia?

Pengaruh yang pertama, kalau anda bedakan sekarang dengan 10 tahun yang lalu, sekarang sudah jelas gerakan ini lebih besar. Yang paling jelas adalah globalisasi informasi yang didorong oleh internet. Menjadi semakin besar sekitar akhir tahun 1990an karena internet bertebaran di mana-mana, warnet, kampus dan sekolah. Jaman dulu informasi terhadap musik-musik seperti ini sangat eksklusif. Informasi hanya bisa didapat dari majalah-majalah luar. Kita pun untuk mengorder T-Shirt masih harus dengan cara yang primitif, dengan menggunakan katalog, mengisi form dan membayar dengan kartu kredit.

Kalau jaman sekarang segalanya menjadi mudah dengan internet, semuanya “terakselerasi maksimum”. Jadi menurut saya ini semua karena peran internet, ditambah lagi dengan adanya MySpace dan Friendster (group websites-red). Perkembangan infrastruktur juga berbeda, kalau 10 tahun yang lalu indie label hanya sedikit. Pengertian indie label pun kadang masih salah kaprah disini. Karena yang dimaksud dengan indie label bukanlah rilisan album namun label rekaman yang independen. Sedangkan yang merilis sendiri adalah self-released atau D.I.Y.

Jadi 10 tahun yang lalu label-label indie itu sedikit, sekarang sudah banyak walaupun masih sedikit yang berbisnis dengan baik dan benar. Tapi infrastrukturnya sudah lebih baik. Kita juga punya rock club buat manggung dan berbagai media yang membantu perkembangannya. Bahkan perkembangannya di Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Semua dikarenakan infrastruktur yang lebih baik walaupun masih banyak kekurangan.

Dengan perkembangan musik indie yang baik di Indonesia, ciri khas apakah yang membedakan musik indie di Indonesia dengan negara lain?

Yang membedakan adalah penonton jarang yang mau bayar tiket, tidak pernah beli minuman jika sedang di rockclub dan kurang mau membeli rilisan. Ini dalam konotasi negatif [tertawa]. Dalam konotasi positif adalah banyaknya band-band baru yang lahir dengan berbagai macam jenis musik baru. Kalau 10 tahun yang lalu ketika sebuah majalah musik memperkenalkan tren thrash metal maka semuanya menjadi anak metal. Tapi sekarang tidak ada sebuah tren yang mendominasi, ketika ada tren emo tidak semua ikut menjadi anak emo tapi masih ada anak indie pop, new wave, high octane rock dan lain-lain. Penggemar musik sekarang ini lebih segmented.

Jadi menurut saya ini adalah perkembangan yang baik. Tapi yang lebih unik lagi ketika saya kemarin berkunjung ke Jepang dan Jerman ada sesuatu yang mereka tidak punya, yaitu spirit untuk stick together. Di Indonesia semua musisi berkomunikasi, berkumpul dan bersilaturahmi dengan sehat, baik anak metal maupun new wave, indie pop dengan hardcore, mereka semua tetap mempunyai hubungan baik. Bahkan kita mempunyai event yang bernama SGM atau sintinggilamiring di mana band besar atau kecil dengan berbagai aliran dapat tampil di satu panggung. Di luar negeri kekerabatan seperti ini jarang ditemui, bahkan band dengan aliran yang sama pun belum tentu kenal.

Saya banyak membaca bahwa “distro” menjadi salah satu faktor berkembangnya musik indie di Indonesia, bagaimana menurut anda?

Benar. Distro bisa menjadi poin tambahan buat infrastuktur itu tadi. Distro pertama di sekitar Jakarta bernama Pose yang bertempat di daerah Depok sekitar tahun 95an. Itulah distro pertama yang ada di sekitar Jakarta dan akhirnya banyak menjamur di Indonesia. Distro merupakan plus point untuk musik indie, karena band-band indie akan merilis sesuatu maka mereka butuh outlet untuk menjual produk mereka, entah itu rilisan, merchandise, souvenir dan sebagainya maka distro menjadi sebuah retail yang alternatif daripada tempat-tempat yang sudah ada seperti Aquarius Mahakam atau tempat-tempat lain. Fenomena seperti itu sudah ada di seluruh Indonesia.

Dan tidak lupa, semangat independen dari gerakan musik indie juga menyebar ke barbagai bidang, salah satunya adalah gerakan film independen. Film independen terinspirasi dari gerakan musik indie. Bahkan album jazz yang dibuat oleh Indra Lesmana terinspirasi dari semangat gerakan musik indie. Jadi etos gerakan musik indie yang dilakukan oleh teman-teman semua ini sudah berimbas ke bidang-bidang lain.

Bagaimana menurut anda posisi media terhadap musik indie dari 10 tahun yang lalu hingga sekarang?

Sepengetahuan saya sejak jaman Rotor, saat itu satu-satunya media mainstream yang mempunyai hubungan baik dengan musisi indie adalah majalah Hai. Karena dulu pun album Pure Saturday didistribusikan oleh Hai dan begitu juga dengan Kubik yang memberikan sample 2 buah lagu gratis melalui Hai. Jadi Hai merupakan salah satu media yang baik hubungannya dengan musisi indie sampai ada satu edisi sekitar tahun 1994 yang isinya hanya membahas band-band indie.

Jadi support media yang baik pada masa itu hanya dari Hai yang salah satunya menjadi akses informasi tentang musik indie. Namun kemudian majalah itu ditinggal oleh pembacanya karena hadirnya internet dan banyaknya terjadi kasus kekacauan data dan kerancuan interpretasi dalam menulis tentang gerakan musik ini. Saya duga ini karena penulisnya malas melakukan riset, verifikasi dan observasi yang lebih mendalam akibat tekanan deadline. Tapi mereka tetap mensupport hingga sekarang. Jadi menurut saya Hai itu yang pertama saat itu.

Bagaimana perkembangan musik indie saat ini?

Gila lah! Dari mulai era PAS yang direkrut Aquarius, Suckerhead dengan Aquarius, Jun Fan Gung Foo, Superman Is Dead dengan Sony, Shaggydog dengan EMI hingga The Upstairs dengan Warner Music. Jelas perkembangan musik indie akan menjadi cikal bakal musik mainstream baru. Jadi yang akan terjadi adalah musik indie akan jadi ladang pertumbuhan dan perkembangan yang mana nanti akan berbuahnya di major label. Jadi kontribusi terbesar adalah mereka membawa perubahan bagi ragam jenis musik di Indonesia.

Kemudian perkembangan yang lain adalah kalau dulu jika musisi ingin rekaman harus memakai pita satu setengah inci dengan studio yang mahal, sekarang bisa dengan teknologi digital yang murah dengan sistem home recording, musisi bisa membuat rilisan dengan mudah dan murah. Karena saya yakin nantinya semua band-band besar nasional akan lahir dari generasi band indie. Paling lama sekitar sepuluh tahun lagi.

Sebenarnya perjalanan sejarah musik kita jauh tertinggal menurut saya. Kalau di luar, Elvis Presley memulai karirnya dengan indie pada pertengahan tahun 50an sedangkan di Indonesia baru mulai sekarang. Jadi nantinya band-band indie suatu saat akan menjadi band-band besar dan perkembangannya bisa dilihat dari PAS Band dan Naif.

Perkembangan yang lain bisa dilihat dari pentas-pentas seni. Kalau anda mau melihat perkembangan selera musik anak-anak muda, anda jangan melihat pentas seni seperti Soundrenaline. Tetapi anda harus melihat ke pentas seni anak-anak SMU (pensi), semua band yang main di sana merupakan pilihan mereka sendiri, mereka melakukan mekanisme polling untuk memilih artis yang akan main di pensi mereka. Jadi menurut saya itu adalah selera yang jujur, tidak seperti event besar yang biasanya terjadi deal-deal di balik meja.

Jaman dulu, band-band indie jarang mendapat panggung yang enak. Panggung selalu kecil dan jam manggung yang siang saat matahari di atas kepala. Kalau sekarang band-band indie dapat bermain di panggung yang sama dengan artis besar dengan jam yang tidak jauh berbeda. Mereka bisa show berdekatan dengan headliner. Di Amerika semakin malam sebuah band manggung maka semakin besar nama band tersebut. Jadi menurut saya fenomena ini bagus sekali.

Malah ada kecenderungan kalau anak-anak SMU bosan dengan artis-artis besar atau mainstream dan lebih memilih band-band indie. Ini disebabkan karena anak-anak indie membawa darah segar kepada acara-acara mereka. Sepuluh tahun yang lalu tidak dapat dibayangkan kalau band-band indie dapat main di panggung seperti ini.

Perkembangan yang lain adalah penjualan album-album independen yang meningkat. Tapi untuk data lebih kongkrit saya tidak punya. Hanya saja generasi muda dari pendengar musik indie ini jauh lebih baik dari 10 tahun yang lalu. Anak-anak sekarang yang tidak terkontaminasi dengan orang-orang jaman dulu malah menawarkan sesuatu yang baru dengan mentalitas lebih baik dari para pendahulu mereka.

Mereka membeli merchandise, membeli kaset dan bahkan berkeliling mengikuti artis indie idola mereka ke mana mereka manggung. Inilah fenomena yang mungkin tidak ditemui 10 tahun yang lalu. Mereka mensupport dengan baik musik-musik indie. Inilah hal-hal yang menarik dari perkembangan musik indie di Indonesia.

Apakah menurut anda dampak-dampak yang ditimbulkan dari perkembangan musik indie di Indonesia?

Yang pertama adalah adanya band-band yang dibesarkan secara indie kini mulai menjadi besar fan basenya dan kian mapan seperti PAS Band, Naif, Superman Is Dead, Ten2Five, Maliq & D’Essentials, Mocca, Koil, White Shoes & The Couples Company, The Brandals, The Upstairs, Seringai dan sebagainya.

Kemudian yang kedua adalah selera. Perbaikan selera musik masyarakat secara keseluruhan. Walaupun menurut saya sempat diperburuk kembali dengan adanya Radja tetapi buat saya ada sebuah alternatif lebih baik daripada disesaki oleh musik-musik yang tidak berkembang dari jaman dulu sampai sekarang.

Dan sekarang tinggal menunggu adanya perusahaan rekaman yang berani investasi besar dan mengambil keuntungan dari industri ini. Karena menurut saya, jika industri musik indie berkembang maka akan berpengaruh kepada industri musik secara makro dan begitu juga sebaliknya.

Kemudian dampak yang berikutnya adalah bakal berkembangnya indie label yang disupport oleh major label. Seperti yang telah dimulai lebih dulu di akhir tahun 90an oleh Independen/Pops dengan Aquarius Musikindo. Begitu juga dengan makin seriusnya label rekaman independen dalam berbisnis dan berpromosi yang belakangan tengah gencar dilakukan oleh Aksara Records di Jakarta dan FFWD Records di Bandung.

Yang terakhir adalah lahirnya generasi pendengar musik baru yang tertarik untuk membeli dan mendengar musik-musik indie. Mereka yang memiliki mentalitas lebih baik dari anak-anak sebelumnya. Kepada merekalah industri musik ini nantinya bergantung. Mudah-mudahan.

Latar Belakang Perkembangan Musik Folk

latar-belakang-perkembangan-musik-folk.jpgMungkin, lebih dari 80% di pikiran loe ketika ditanya mengenai Musik Folk, maka yang terbayang adalah Musik Folk Rock, seperti American Folk atau Country.

Bagi loe yang belum mengetahui, musik folk memilki arti yang sama dengan World Music atau Musik Etnik atau Country. Jika menilik kelahiran musik folk, yang jelas tidak bisa ditentukan dengan pasti kapan mereka lahir pertama kali. Karena hampir di setiap sudut tempat di dunia memiliki musik khas (musik ibu/musik etnik) yang sudah lama lahir turun-temurun di setiap tempat di dunia, yang entah sudah berlangsung berapa puluh-ratus generasi dalam tradisi bermusik di setiap daerah di penjuru dunia.

Musik Folk Rock bermunculan di wilayah Amerika, Kanada dan Inggris pada dekade 50 - 60an. Pada era 40an khas dengan hiasan Clean suara gitar elektrik, Kontra Bass, Mandolin, sampai akhirnya di tahun 60an trend memakai gitar dengan 12 senar seperti Roger McGuinn (The Byrds) atau George Harrison (Beatles, di tahun 1964-1965) dan Folk Rock memiliki khas yang sangat kental pada harmoni vokal yang rapat pada kalimat-kalimat dalam lagunya.

Folk Rock yang terkenal kepopulernya, banyak didukung oleh sentuhan Canadian Folk Rock (hasil percampuran American Folk dan Celtic Folk), seperti yang dibawa oleh Bob Dylan, Neil Young, Leonard Cohen, Joni Mitchel dan lain sebagainya.

Setelah tahun 1964 sampai menjelang era 70an musik ini baru berkembang di Inggris. Yang dikenal dengan pionir-pionir mereka seperti Beatles, Pentangle dan Faiport Convention. Musik Folk Rock khas Eropa biasanya mencampurkan aroma musik Folk Rock dengan Folk khas Eropa sendiri, seperti aroma dari Irish Folk, Scott Folk, Cornwall, dan Brittany Folk.

Dan puncak perkembangannya adalah ketika Folk Rock muncul di tengah dunia modern. Musik ini mulai pesat berkembang dan menjadi mainstream-populer di dunia saat itu pada dekade awal 60an sampai akhir 70an. Berasal dari percampuran kultur Folk Amerika, Eropa dipadu dengan clean gitar elektrik yang membawa harum baru di dunia musik. Mereka inilah bibit Folk Rock yang nanti memiliki penerus-penerus di tahun 50an sampai 60an. Di ujung era tahun 1930an sampai akhir 1940an, Amerika mengenal Almanac Singer, The Weaver dan Leadbelly. Konon katanya, mereka adalah nenek moyang dari Folk Rock.

Di tengah dekade 60an sampai tengah dekade 70an, Amerika Serikat. Folk Rock datang sebagai media ekspresi dari pergerakan kaum Hippie yang menjadi budaya populer. New York sebagai pusat Folk Rock-pun mengembangkan sayap dengan cepat ke penjuru dunia, dimulai dari Denver, San Fransisco, Poenix sampai ke penjuru Inggris. Berbeda dengan pembawaan di Musik Pop, Musik Folk Rock lebih menyentuh sisi realita manusia, fantasi hidup, pesan perdamaian, kecintaan pada alam, sampai berbicara mengenai revolusi dan warna kulit di lirik-lirik yang dibawa oleh para seniman Folk Rock.

Perkembangan Musik Folk Rock Modern Setelah Era 60an-70an

- Electrical Folk :
Berkembang di Inggris di akhir tahun 60an, terinfluens oleh musik klasik dan Tradisional Jazz. Perkawinan antara Clean Gitar dan eksperimen struktur pada musiknya. Pentolanan-pentolan yang membawa Elekrical Folk: Pentangle, Steeleye Span.

- Folk Punk :
Berkembangan dari musik folk dan Punk Rock. Berkembang di Inggris pada dekade 80an. Perkawinan antara khas lagu tradisional Irlandia, Folk Rock, dengan bahasan masyarakat modern dan hedonisme. Pentolan-pentolan yang membawa Folk Punk: Andrew Jackson Jihad, Chaptain Chaos, Against Me! dan lain sebagainya.

- Indie Folk :
Tidak jauh berbeda dengan Folk Punk, Indie Folk diambil dari kata Independent, yang tadinya banyak dikelola oleh label-label kecil untuk mendukung seniman-seniman Folk Rock dalam perkembangan bermusiknya. Terinfluens oleh 50’s-60’s Folk Rock, Eksperimental, Punk dan Indie Rock/Indie Pop. Berkembang di dekade 80’s sampai 90’s, perkembangan musik mereka lebih luas dan lebih progressive di banding perkembangan Folk Rock lainnya. Mereka adalah awal dari perkembangan musik yang kita kenal dengan Cutting Edge. Mereka melahirkan genre: Freak Folk, College Rock dan Psychedelic Folk. Pentolan-pentolan yang membawakan Indie Folk, seperti: Kukl (band pertama Bjork), Hayden, The Mountain Goat dan lain-lain.

- Folk Metal :

Berkembang pesat di wilayah Eropa atau wilayah Skandinavia dekade awal 90an, dan berkembang menjadi maensteam sejak awal masuk era tahun 2000an. Folk Metal adalah perkawinan Heavy Metal dan Folk di wilayah Eropa setempat. Metal Folk ini semacam: Celtic Metal (Musik Folk Celtic dipadu Heavy Metal), Oriental Metal (Heavy Metal yang berbau Arabic), Mittelalter Metal (berkembang di Jerman, biasanya khas dengan alat instrumental Bagpipe, Biola, Barrel Organ dan Mandolin).

Folk di Indonesia
Perkembangan Folk khas di Indonesia sendiri masih terjaga dengan mulai banyak penggemar dan bisa diterimanya musik tradisional yang dicampur dengan harum alat musik modern, menunjukkan suatu progress yang baik. Ditunjukkan pentolannya seperti: Vicky Sianipar, Discus, Navicula, Ubiet dan lain sebagainya. Tidak kalah dengan pendahulunya seperti: Krakatau atau Guruh Gipsy yang jaya pada era 70’an hingga 90’an.

Menggeser pengaruh bahwa Folk Indonesia identik dengan Iwan Fals, Ebiet G.A.D, Swami, Franky Sahilatua, Leo Kristi, Mukti-Mukti, Ary Juliant dan musisi-musisi lainnya. Ini adalah kemajuan yang sangat baik di era tahun 2000an. Ya, di Indonesia, untuk Folk yang bernuansa segar lainnya hari ini sedang mengalami peremajaan yang sangat baik.

Banyaknya bermunculan band-band indie yang mengusung tema-tema keseharian dan kritik yang dibalut bahasa yang baik dari musisi Folk yang muda. Ya, tidak lagi selalu dipegang oleh kaum Folk tua dan konsumsi orang tua. Seperti Sore, F.L.O.A.T, Cozy Street Corner dan kawan-kawan Folk muda di masing-masing daerah. Semoga bisa terus menyentil keadaan sekitar! Dan terus bereksplorasi.

SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA

Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok da Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.


A.Perkembangan Musik Dunia

Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi


PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :


1.Zaman Abad Pertengahan

Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.

Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)

Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.


Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :

1. Gullanme Dufay dari Prancis.

2. Adam de la halle dari Jerman.


2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)

Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.


Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :

1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.

2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.

3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.

4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.


3. Zaman Barok dan Rokoko

Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.


Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :

A. Johan Sebastian Bach

Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:


1. St. Mathew Passion.

2. Misa dalam b minor.

3. 13 buah konser piano dengan orkes

4. 6 buah Konserto Brandenburg

Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.

Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig



B. George Fredrick Haendel

Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;

1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.

2. Water Musik (Musik Air).

3. Fire Work Music (Musik Petasan).

Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.


4. Zaman Klasik 91750 – 1820)

Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.

Ciri-ciri Zaman musik Klasik:

a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.

b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).

c. Pemakaian Ornamentik dibatasi

d. Penggunaan Accodr 3 nada.




Komponis-komponis pada Zaman Klasik antara lain :


1. Frans Joseph Haydn (1732 – 1809),

Lahir di Rohrau Austria, ia meninggal tanggal 31 Mei 1809 di Wina Austria. Karya ciptaannya yaitu : Sonata Piano, 87 buah kuartet, 24 buah opera, 100 buah simfoni, yang paling terkenal adalah The Surprisse Sympony. Dalam sejarah musik, Joseph Haydn termashur sebagai Bapak Simfony yang mewujudkan bentuk orkes dan kuartet seperti yang kita kenal sekarang. Di Wina ia diakui sebagai Komponis Austria yang handal.


2. Wolfgang Amandeus Mozart (1756 – 1791)

Lahir pada tanggal 27 januari 1756 di Salzburg Austria, meninggal tanggal 5 Desember 1791 di Wina Austria. Hasil karyanya adalah : Requiem Mars, 40 buah Simfony, Opera Don Geovani, Kuintet Biola Alto, Konserto Piano. Pada usia 3 tahun ia telah dapat menghasilkan melodi dan menerapkan accor pada hrpsikord. Pada usia 5 tahun ia telah mulai menciptakan lagu dan muncul didepan umum pada usia 6 tahun, kemudian bersama saudara perempuannya mengadakan Tour keliling Eropa. Pada tahun 1781 ia pindah ke kota Wina dan mengarang ciptaan-ciptaannya yang termaahur. Permainannya sangat menakjubkan, sehingga dijiluki Anak Ajaib. Biarpun memperoleh banyak sukses, tapi ia sangat miskin dan dalam keadaan yang sengsara, ia meninggal di Wina dalam usia 35 tahun dan dikuburkan di pekuburan fakir miskin. Ia menulis banyak komposisi dalam bentuk yang berbeda-beda tetapi berpegang kuat pada gaya klasik murni.


5. Zaman Romantik (1820 – 1900)

Musik romantic sangat mementingkan perasaan yang subyaktif. Musik bukan saja dipergunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, akan tetapi digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak dipakai. Komponis-komponis pada Zaman romantic adalah :

a. Ludwig Von Bethoven dari Jerman.

b. Franz Peter Schubert dari Wina.

c. Francois Fredrick Chopin dari Polandia

d. Robert Alexander Schumann dari jerman.

e. Johanes Brahms dari Hamburg Jerman.


Riwayat Haidup Komponis Zaman Romantik :


A. Ludwig Von Beethoven (1770 – 1827)

Lahir Desember 1770 di Bonn Jerman, ia meninggal tanggal 26 Maret 1827 di Wina Austria. Ia menamakan dirinya sebagai Pujangga Nada. Sejak usia 4 tahun dia belajar musik dibawah asuhan ayanhnya. Pada usia 17 tahun ia pergi ke Wina menemui komponis Mozart, kemudian Mozart memberi bimbingan musik kepadanya, sehingga ia dapat menjadi pemain musik yang baik danm komonis yang berbakat. Pada usia 30 tahun pendengarannya mulai berkurang, dan usia 50 tahun pendengarannya tuli sama sekali. Pada waktu ciptaannya Ninth Symphonies lahir, ia tidak mampu lagi mendengarkan hasil karyanya itu. Pada tanggal 26 Maret 1827, dia meninggal di Wina. Ia hidup dengan sangat menderita, tetapi mampu menciptakan Sonata dunia yang paling indah. Hasil ciptaannya antara lain :

- 5 buah sonata cello dan piano.

- 9 buah symfoni

- 32 sonata piano.


B. Franz Peter Scubert (1797 – 1828)

Lahir di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.


C. Wilhelm Richard Wagner (1813 – 1883)

Lahir tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia. Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander.




D. Johannes Brahms (1883 – 1897)

Lahir 7 Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.



6. Zaman Modern (1900 – sekarang)

Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.


Komponis-komponis pada Zaman Modern :

1. Claude Achille Debussy dari Prancis

2. Bella Bartok dari Honggaria.

3. Maurice Ravel dari Prancis.

4. Igor Fedorovinsky dari Rusia

5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.

Selasa, 29 Juni 2010

Origins of the blues

Little is known about the exact origins of the music now known as the blues. No specific year can be cited as the origin of the blues, largely because the style evolved over a long period of time and existed in approaching its modern form before the term blues was introduced, before the style was thoroughly documented. However, it is thought that the blues were brought over by slaves. One important early reference to something closely resembling the blues comes from 1901, when an archaeologist in Mississippi described the songs of black workers which had lyrical themes and technical elements in common with the blues.

African roots
African American work songs were an important precursor to the modern blues; these included the songs sung by laborers like stevedores and roustabouts, and the field hollers of slaves.

There are few characteristics common to all blues, as the genre takes its shape from the peculiarities of each individual performance. Some characteristics, however, were present prior to the creation of the modern blues, and are common to most styles of African American music. The earliest blues-like music was a "functional expression, rendered in a call-and-response style without accompaniment or harmony and unbounded by the formality of any particular musical structure". This pre-blues music was adapted from the field shouts and hollers performed during slave times, expanded into "simple solo songs laden with emotional content".

Many of these blues elements, such as the call-and-response format, can be traced back to the music of Africa. The use of melisma and a wavy, nasal intonation also suggests a connection between the music of West and Central Africa and the blues.
Akonting
Perhaps the most compelling African instrument that is a predecessor to an African-American instrument is the "Akonting", a folk lute of the Jola tribe of Senegambia. It is a clear predecessor to the American banjo in its playing style, the construction of the instrument itself and in its social role as a folk instrument. The Kora is played by a professional caste of praise singers for the rich and aristocracy (called griots or jalis) and is not considered folk music. Jola music was actually not influenced much by Islamic and North African/Middle Eastern music, and this may give us an important clue as to how African American music does not, according to many scholars such as Sam Charters, bear hardly any relation to kora music. Rather, African-American music may reflect a hold over from a pre-Islamicized form of African music. The music of the Akonting and that played by on the banjo by elder African-American banjo players, even into the mid 20th century is easily identified as being very similar. The akonting is perhaps the most important and concrete link that exists between African and African-American music.

However, while the findings of Kubik and others also clearly attest to the essential Africanness of many essential aspects of blues expression, studies by Willie Ruff and others have situated the origin of "black" spiritual music inside enslaved peoples' exposure to their masters' Hebridean-originated gospels. African-American economist and historian Thomas Sowell also notes that the southern, black, ex-slave population was acculturated to a considerable degree by and among their Scots-Irish "redneck" neighbours.

Influence of spirituals
The most important American antecedent of the blues was the spiritual, a form of religious song with its roots in the camp meetings of the Great Awakening of the early 19th century. Spirituals were a passionate song form, that "convey(ed) to listeners the same feeling of rootlessness and misery" as the blues. Spirituals, however, were less specifically concerning the performer, instead about the general loneliness of mankind, and were more figurative than direct in their lyrics. Despite these differences, the two forms are similar enough that they can not be easily separated — many spirituals would probably have been called blues had that word been in wide use at the time.

Social and economic aspects
Emancipation from Freedmen's viewpoint
The social and economic reasons for the appearance of the blues are not fully known. Blues has evolved from an unaccompanied vocal music of poor black laborers into a wide variety of styles and subgenres, with regional variations across the United States. The first appearance of the blues is not well defined and is often dated between 1870 and 1900, a period that coincides with the emancipation of the slaves and the transition from slavery to sharecropping and small-scale agricultural production in the southern United States.

Several scholars characterize the early 1900s development of blues music as a move from group performances to a more individualized style. They argue that the development of the blues is associated with the newly acquired freedom of the slaves. According to Lawrence Levine, "there was a direct relationship between the national ideological emphasis upon the individual, the popularity of Booker T. Washington's teachings, and the rise of the blues." Levine states that "psychologically, socially, and economically, Negroes were being acculturated in a way that would have been impossible during slavery, and it is hardly surprising that their secular music reflected this as much as their religious music did."

An important reason for the lack of certain knowledge about the origins of the blues is the earliest blues musicians' tendency to wander through communities, leaving little or no record of precisely what sort of music they played or where it came from. Blues was generally regarded as lower-class music, unfit for documentation, study or enjoyment by the upper- and middle-classes.

Blues around 1900
Blue notes pre-date their use in blues. English composer Samuel Coleridge-Taylor's "A Negro Love Song", from his The African Suite for Piano composed in 1898, contains blue third and seventh notes.
W. C. Handy
African American composer W. C. Handy wrote in his autobiography of the experience of sleeping on a train traveling through (or stopping at the station of) Tutwiler, Mississippi around 1903, and being awakened by:

... a lean, loose-jointed Negro [who] had commenced plucking a guitar beside me while I slept. His clothes were rags; his feet peeped out of his shoes. His face had on it some of the sadness of the ages. As he played, he pressed a knife on the strings in a manner popularised by Hawaiian guitarists who used steel bars. ... The effect was unforgettable. His song, too, struck me instantly... The singer repeated the line ("Goin' where the Southern cross' the Dog") three times, accompanying himself on the guitar with the weirdest music I had ever heard.

Handy had mixed feelings about this music, which he regarded as rather primitive and monotonous, but he used the "Southern cross' the Dog" line in his 1914 "Yellow Dog Rag", which he retitled "Yellow Dog Blues" after the term blues became popular. "Yellow Dog" was the nickname of the Yazoo and Mississippi Valley Railroad.

Blues later adopted elements from the "Ethiopian (here, meaning "black") airs" of minstrel shows and Negro spirituals, including instrumental and harmonic accompaniment. The style also was closely related to ragtime, which developed at about the same time, though the blues better preserved "the original melodic patterns of African music".

Since the 1890s, the American sheet music publishing industry had produced a great deal of ragtime music. The first published ragtime song to include a 12-bar section was "One o' Them Things!" in 1904. Written by James Chapman and Leroy Smith, it was published in St. Louis, Missouri, by Jos. Plachet and Son. Another early rag/blues mix was "I Got The Blues" published in 1908 by Anthony Maggio of New Orleans.

Birth of the blues (1910s)
In 1912 the sheet music industry published the first known blues composition—"Dallas Blues" by Hart A. Wand of Oklahoma City, Oklahoma. Two other blues-like compositions, precipitating the Tin Pan Alley adoption of blues elements, were also published in 1912: "Baby Seals' Blues" by "Baby" F. Seals (arranged by Artie Matthews) and "Memphis Blues", another ragtime arrangement with a single 12-bar section, by W. C. Handy. Also in 1912 (on November 9), another song, "The Blues", was copyrighted by LeRoy "Lasses" White, but not actually published until 1913.

Handy was a formally trained musician, composer and arranger who helped to popularize the blues by transcribing and orchestrating blues in an almost symphonic style, with bands and singers. He became a popular and prolific composer, and billed himself as the "Father of the Blues"; however, his compositions can be described as a fusion of blues with ragtime and jazz, a merger facilitated using the Latin habanera rhythm that had long been a part of ragtime; Handy's signature work was the St. Louis Blues.

Songs from this period had many different structures. A testimony of those times can be found for instance in Henry Thomas's recordings. However, the twelve-, eight-bar, or sixteen-bar structure based on tonic, subdominant and dominant chords became the most common. Melodically, blues music is marked by the use of the lowered third and dominant seventh (so-called blue notes) of the associated major scale. The standard 12-bar blues form is noted in uncorroborated oral histories as appearing communities throughout the region along the lower Mississippi River during the decade of the 1900s (and performed in New Orleans at least since 1908). One of these early sites of blues evolution was along Beale Street in Memphis, Tennessee. However, author Eileen Southern has pointed out several contrasting statements by old-time musicians. She cites Eubie Blake as saying "Blues in Baltimore? Why, Baltimore is the blues!" and Bunk Johnson as claiming that the blues was around in his childhood, in the 1880s.

Growth of the blues (1920s onward)
One of the first professional blues singers was Ma Rainey, who claimed to have coined the term blues. Classic female urban or vaudeville blues singers were popular in the 1920s, among them Mamie Smith, Gertrude Ma Rainey, Bessie Smith, and Victoria Spivey. Mamie Smith, more a vaudeville performer than a blues artist, was the first African- American to record a blues in 1920; her "Crazy Blues" sold 75,000 copies in its first month.

The musical forms and styles that are now considered the "blues" as well as modern "country music" arose in the same regions during the nineteenth century in the southern United States. Recorded blues and country can be found from as far back as the 1920s, when the popular record industry developed and created marketing categories called "race music" and "hillbilly music" to sell music by blacks for blacks and by whites for whites respectively. At the time, there was no clear musical division between "blues" and "country", except for the race of the performer, and even that sometimes was documented incorrectly by record companies.
(source : en.wikipedia.org)

Sejarah Musik Jazz

Jazz (cara pengucapan: [Jes], tidak pernah [Jas]) adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

Definisi
Double bassist Reggie Workman, pemain saksofon tenor Firaun Sanders, dan drummer Muhammad Idris tampil pada tahun 1978

Jazz bisa sangat sulit untuk menentukan karena membentang dari waltz Ragtime untuk fusi era tahun 2000-an. Meskipun banyak upaya telah dilakukan untuk menentukan jazz dari sudut pandang di luar jazz, seperti menggunakan sejarah musik Eropa atau musik Afrika, kritikus jazz Joachim Berendt berpendapat bahwa semua upaya tersebut tidak memuaskan. Salah satu cara untuk berkeliling masalah definisi adalah untuk mendefinisikan jazz "istilah" lebih luas. Berendt mendefinisikan jazz sebagai bentuk "seni musik yang berasal dari Amerika Serikat melalui konfrontasi orang kulit hitam dengan musik Eropa", ia berpendapat bahwa jazz berbeda dari musik Eropa dalam jazz yang memiliki hubungan "khusus untuk waktu, yang didefinisikan sebagai 'ayunan' "," sebuah spontanitas dan vitalitas produksi musik di mana improvisasi memainkan peran ", dan" kemerduan dan cara ungkapan yang cermin individualitas dari musisi jazz melakukan ".

Travis Jackson juga mengusulkan definisi yang lebih luas dari jazz yang mampu mencakup seluruh era yang berbeda secara radikal: ia menyatakan itu adalah musik yang mencakup kualitas seperti "berayun ', improvisasi, interaksi kelompok, mengembangkan sebuah" suara individu, dan menjadi 'terbuka' untuk kemungkinan musik yang berbeda Krin Gabbard mengklaim bahwa" jazz adalah membangun "atau kategori yang, sementara buatan, masih berguna untuk menunjuk" sejumlah musics dengan cukup umum harus dipahami sebagai bagian dari sebuah tradisi yang koheren ".

Sementara jazz mungkin sulit untuk menentukan, improvisasi jelas salah satu elemen kunci. Awal blues pada umumnya terstruktur sekitar pola panggilan-dan-respon yang berulang, unsur umum dalam tradisi lisan Afrika Amerika. Suatu bentuk musik rakyat yang meningkat di bagian dari lagu kerja dan bidang hollers Hitam pedesaan, blues awal juga sangat improvisasi. Fitur-fitur ini mendasar dengan sifat jazz. WhilProxy-Connection: hidup terus-Cache-Control: max-age = 0

dalam unsur-unsur musik klasik Eropa interpretasi, ornamen dan pendampingan kadang-kadang kiri ke kebijaksanaan yang berprestasi itu, tujuan utama adalah pemain memainkan komposisi seperti yang tertulis.

Dalam jazz, Namun, pemain ahli akan menafsirkan sebuah lagu dengan cara yang sangat individu, tidak pernah memainkan komposisi yang sama persis dengan cara yang sama dua kali. Tergantung mood pemain dan pengalaman pribadi, interaksi dengan sesama musisi, atau bahkan anggota audiens, seorang musisi jazz / pemain dapat mengubah melodi, harmoni atau waktu penandatanganan di akan. musik klasik Eropa telah dikatakan media komposer. Jazz, namun, sering ditandai sebagai produk kreativitas egaliter, interaksi dan kolaborasi, menempatkan nilai yang sama pada kontribusi dari komposer dan pelaku, 'tangkas berat [ing] klaim masing-masing komposer dan improvisasi' .

Di New Orleans dan Dixieland jazz, performer bergantian bermain melodi, sementara yang lain countermelodies improvisasi. Dengan era swing, big band datang untuk lebih mengandalkan musik diatur: pengaturan entah tertulis atau dipelajari oleh telinga dan hafal - banyak artis jazz awal tidak bisa membaca musik. solois Individu akan berimprovisasi dalam pengaturan ini. Kemudian, di bebop fokus bergeser ke arah kelompok-kelompok kecil dan pengaturan minimal; melodi (dikenal sebagai kepala "") akan dinyatakan secara singkat pada awal dan akhir bagian, tapi inti dari kinerja akan menjadi serangkaian improvisasi dalam tengah. Kemudian gaya jazz seperti jazz modal meninggalkan gagasan ketat kemajuan akord, yang memungkinkan individu musisi berimprovisasi bahkan lebih bebas dalam konteks skala tertentu atau mode. avant-garde dan idiom jazz bebas izin, bahkan memanggil, meninggalkan chords, sisik, dan meter berirama.


Telah lama ada perdebatan di komunitas jazz atas definisi dan batas-batas "jazz". Meskipun perubahan atau transformasi jazz oleh pengaruh baru awalnya sering dikritik sebagai kehinaan "," Andrew berpendapat Gilbert jazz yang memiliki kemampuan "untuk menyerap dan mengubah pengaruh" dari gaya musik yang beragam. Sementara beberapa penggemar jenis tertentu jazz berpendapat untuk definisi sempit yang mengecualikan berbagai jenis musik juga dikenal sebagai "jazz", musisi jazz sendiri sering enggan untuk mendefinisikan musik mereka bermain. Duke Ellington menyimpulkan dengan mengatakan, "Ini semua musik." Beberapa kritikus bahkan menyatakan bahwa musik Ellington bukanlah jazz karena diatur dan mengatur. Pada teman sisi lain Ellington dua puluh solo Earl Hines's "transformatif versi "komposisi Ellington (pada Earl Hines Dimainkan Duke Ellington dicatat pada tahun 1970) yang dijelaskan oleh Ben Ratliff, New York Times kritikus jazz, seperti" sebagai contoh yang baik dari proses jazz sebagai sesuatu di luar sana ".

Berorientasi komersial atau populer yang dipengaruhi musik jazz bentuk memiliki keduanya lama dikritik, setidaknya sejak munculnya Bop. penggemar jazz tradisional telah diberhentikan Bop, tahun 1970-an jazz [era fusi dan banyak lain] sebagai periode penurunan nilai komersial dari musik. Menurut Bruce Johnson, musik jazz selalu memiliki ketegangan "antara jazz sebagai musik komersial dan bentuk seni" catatan Gilbert itu. Sebagai gagasan tentang kanon jazz adalah berkembang, "prestasi masa lalu" dapat menjadi "... istimewa atas kreativitas istimewa ..." dan inovasi seniman saat Village Voice. jazz kritikus Gary Giddins berpendapat bahwa sebagai penciptaan dan penyebaran jazz semakin dilembagakan dan didominasi oleh perusahaan hiburan besar, jazz adalah menghadapi "sebuah. .. masa depan berbahaya kehormatan dan penerimaan tertarik "David Ake. memperingatkan bahwa penciptaan" norma "dalam jazz dan pembentukan tradisi jazz" "mungkin mengecualikan atau sampingan lainnya yang lebih baru, avant-garde bentuk jazz . Kontroversi juga muncul lebih dari bentuk-bentuk baru jazz kontemporer dibuat di luar Amerika Serikat dan berangkat secara signifikan dari gaya Amerika Di satu pandangan mereka merupakan bagian penting dari pengembangan saat ini jazz itu;. di lain mereka kadang-kadang dikritik sebagai penolakan terhadap tradisi jazz penting.

Asal kata "Jazz"
Asal-usul dari jazz kata adalah salah satu yang paling dicari asal-usul kata dalam bahasa Inggris Amerika modern. Bunga intrinsik Kata's - American Dialect Society menamakannya Firman Abad Twentieth - telah menghasilkan penelitian yang cukup besar, dan sejarahnya dengan baik didokumentasikan. Seperti dijelaskan lebih rinci di bawah, jazz dimulai sebagai istilah slang Pantai Barat sekitar tahun 1912, yang berarti yang bervariasi tetapi tidak mengacu pada musik atau seks. Jazz datang berarti musik jazz di Chicago sekitar tahun 1915. Jazz dimainkan di New Orleans sebelum waktu itu, tapi tidak disebut jazz.

Jazz kata membuat salah satu penampilan yang paling awal di San Francisco bisbol menulis pada tahun 1913. "Jazz diperkenalkan ke San Francisco pada 1913 oleh William (Spike) Slattery, olahraga Call editor, dan disebarkan oleh pemimpin-band bernama Seni Hickman itu tercapai. Chicago dengan 1915 namun tidak mendengar di New York sampai setahun kemudian. "Salah satu kegunaan yang dikenal pertama dari kata jazz muncul di 3 Maret 1913, artikel bisbol di San Francisco Bulletin oleh ET "Scoop" Gleeson .

Genre dalam jazz
  • New Orleans jazz
  • Big-band/swing
  • Bebop
  • Ragtime
  • Free jazz/avant-garde jazz
  • Smooth jazz
  • Fusion jazz
  • Funk
  • Acid jazz

(sumber : id.wikipedia.org)