Kamis, 22 Juli 2010

PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSI REMAJA (Telaah Metode Pendidikan Seks pada Remaja)

Sistem organ reproduksi merupakan bagian sistem organ tubuh yang menyokong fungsi tubuh sebagaimana sistem organ pencernaan, pernafasan, pembuangan, dan lainnya. Untuk dapat berfungsi optimal memerlukan masa penyempurnaan pertumbuhan dan perkembangan.

Hanya saja puncak perkembangan organ reproduksi terjadi pada masa remaja dimana manusia mengalami fase ketidakstabilan emosi. Masa ini merupakan masa transisi dari masa anak menuju kedewasaan. Perubahan secara cepat dan mendadak terutama berkaitan dengan organ reproduksinya menjadikan remaja tidak selalu mampu bersikap secara tepat terhadap organ reproduksinya. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya kepada orang tuanya dan para pendidik semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering tidak bijak terhadap organ reproduksinya. Inilah yang mendorong remaja mencari-cari informasi sendiri untuk menambah pengetahuannya dari film, VCD porno, atau dari temannya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35 % dari film porno, hanya 5% dari orang tua. Informasi yang tidak tepat akan mengarahkan remaja pada kegiatan tuna sosial yang merusak masa depannya. Penelitian dari synovate research, 2004 dari 450 remaja Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan menunujukkan 44 % mendapat pengalaman seksual usia 16-18 tahun, 16 % nya usia 13-15 tahun. Remaja sering beranggapan bahwa makna seks dieksploitasi oleh pandangan dan gaya yang tidak islami. Remaja harus berani beda dengan fenomena global life style seperti gaul tidaknya seseorang dilihat dari pengalaman seksualnya, seks sebagai sesuatu yang menyenangkan dan perlu dicoba.

Keadaan ini yang mesti segera diantisipasi. Lingkungan mal-adaptif akan mendorong remaja menderita rasa kecemasan, depresi, dan obsesif kompulsif sehingga rentan dengan tindakan penyimpangan seksual. Remaja memerlukan lingkungan yang adaptif. Orang tua dan pendidik merupakan pilar utama menciptakan lingkungan dimana mereka merasa aman untuk bertanya dan mendapatkan bimbingan.

Perkembangan Organ Reproduksi Remaja

Secara fisik organ reproduksi remaja perempuan (pubertas) dimulai dengan awal berfungsinya ovarium (kandung telur) sampai pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur (memasuki usia reproduksi). Masa ini berkisar 4 tahunan (kira-kira umur

8-14 tahun). Awal usia pubertas dipengaruhi bangsa, iklim, gizi dan kebudayaan. Peristiwa penting pada masa ini adalah pertumbuhan badan yang cepat, timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder, menarche (haidh pertama) dan perubahan psikis. Sedangkan indung telur (ovarium) mulai aktif mengeluarkan estrogen yang dipengaruhi horman gonadotropin yang diproduksi kelenjar bawah otak. Pada saat yang sama kortex kelenjar supra renal mulai membentuk horman androgen yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan badan. Pengaruh horman-hormon inilah yang menyebabkan pertumbuhan genetalia interna, eksterna, dan ciri kelamin skunder. Genetalia interna dan eksterna akan tumbuh terus untuk mencapai bentuk dan sifat seperti usia reproduksi.

Secara psikis kedua hormon ini membentuk karakter remaja menuju kedewasaan dan memunculkan libido (hasrat seksual). Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan dan puncak rasa kecintaan yang serba membahagiakan. Remaja memerlukan suasana lingkungan yang aman dan terlindung menuju kearah alam berdiri sendiri dan bertanggung jawab serta dari pikiran yang egosentrik menuju pikiran yang lebih matang. Karakter ini yang harus dibentuk pada diri remaja untuk menentukan sikap yang tepat terhadap organ reproduksinya sebagaiman tujuan diciptakan organ ini.

Pada masa reproduksi menjadi masa terpenting dalam silklus hidup manusia terutama perempuan. Haidh pada masa ini paling teratur dan siklus pada alat genetalia bermakna untuk memungkinkan terjadinya kehamilan.

Seberapa Penting Remaja Memahami Organ Reproduksinya?

Perlunya remaja memahami organ reproduksinya merupakan sebuah proses yang berkelanjutan. Hal ini harus disesuaikan dengan keadaan remaja, baik usia, tingkat kebutuhannya, muatan (isinya). Hal ini diselaraskan dengan kemampuan remaja untuk mencerna informasi seputar seks sehingga tidak berdampak penyalahgunaan informasi yang membahayakan pembentukan karakter moralnya. Pendidikan seks tidak hanya mencakup pertanyaan dan jawaban seputar seks. Keteladanan orang tua dan pendidik, pembiasaan akhlak yang baik, penghargaan terhadap anggota tubuh terutama organ reproduksinya serta penanaman tanggung jawab menjaga aurat organ reproduksinya.

Berdasarkan perkembangan fisik dan kejiwaannya, penanaman informasi seputar seks dapat disesuaikan dengan umurnya:

1. Usia 1-4 tahun

Ketika anak memasuki umur 1-2 tahun, dia sudah mampu mengenali penamaan benda sekitarnya termasuk organ tubuhnya. Pada saat ini dapat dikenalkan organ tubuhnya termasuk organ genetalianya sebagai sebuah keunikan tubuhnya. Memasuki usia 3-5 tahun, anak mempunyai kemampuan mengucapkan kata sederhana dan belajar menjadi pendengar yang baik. Pertanyaan ”mengapa” sering menjadi favoritnya. Dia juga mulai terpengaruh dengan apa yang dilihatnya baik secara langsung maupun lewat tayangan televisi. Pada usia ini anak memerlukan informasi lebih lengkap berkaitan dengan pengenalan jenis kelamin, training toilet, dan sebagainya.

2. Usia 5-7 tahun

Pada usia ini rasa keingintahuan tentang aspek seksual mulai muncul. Sering ada pertanyaan berkaitan dengan organ reproduksinya dan membandingkan dengan orang lain. Dia mulai belajar bersosialisasi sehingga memerlukan bimbingan untuk mengendalikan emosinya terutama eksplorasi terhadap anggota tubuhnya termasuk organ reproduksinya. Peran orang tua dan pendidik dengam mulai mengarahkan kegiatan yang lebih memperjelas identitas jenis kelaminnya seperti perempuan lebih menyukai kegiatan ibunya sedang anak laki-laki menyukai kegiatan ayahnya.

3. Usia 7-10 tahun (masa pra pubertas)

Usia ini merupakan masa mampu membedakan perihal baik dan buruk, mengenali hubungan sebab akibat. Masa yang tepat untuk pengenalan secara mendalam identitas diri terutama organ biologis terhadap lingkungannya. Mengajarkan penjagaan privasi diri, berani menolak terhadap hal yang membahayakannya dan melatih diri untuk menghormati orang lain seperti menanamkan budaya rasa malu, minta izin ketika memasuki kamar orang tua. Membiasakan berdiskusi sederhana tentang fenomena hidup, keunikan organ reproduksinya akan mematangkan jiwa dan mentalnya. Seperti diskusi tentang terjadinya kehamilan memerlukan pertemuan telur dan sperma yang semuanya merupakan kuasa dan kemahaluasan ilmu Alloh.

4. Usia 10-14 tahun (masa pubertas)

Ada perubahan signifikan pada usia ini. Terjadinya menarche, mimpi basah,dan munculnya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Remaja ini harus sudah memahami batas kesopanan tentang aurot, akhlak pergaulan laki-laki dan perempuan, serta menjaga kemuliaan dan harga dirinya. Menciptakan lingkungan yang kondusif dan menghindarkan dari segala hal yang mampu membangkitkan luapan nafsu dan mampu untuk menguasainya. Seperti menghindarkan dari tayangna film porno, pergaulan bebas dan mengarahkan mereka pada kegiatan positif yang membentuk kematangan berfikir dan pembentukan konsep hidup yang benar.

5. Usia 14-16 Tahun

Masa ini merupakan masa paling kritis. Karena organ repruduksi mulai berfungsi sempurna. Kemampuan untuk bisa hamil menyebabkan remaja harus bersikap tegas dan bertanggung jawab terhadap penggunaan organ reproduksinuya. Orang tua dan pendidik tentunya harus menjamin bahwa secara kematangan berfikir anak mampu mengambil sikap yang benar, memahami konsekuensinya dan dipertanggung jawabkan dihadapan Alloh. Konsep hidup yang meletakkan Alloh sebagai pengatur hidupnya harus sudah menyatu dalam diri remaja.

6. Masa Pemuda (Andolesen)

Masa usia pemuda adalah masa kematangan berfikir, memahami tujuan hidup dan hikmah dalam kehidupannya. Kontrol organ reproduksi terbaik dan satu-satunya yang diperintahkan Alloh adalah pernikahan. Dia akan mampu mengambil sikap yang tepat dalam menjaga organ reproduksinya. Ketika memutuskan untuk menikah akan mengupayakan tentang rencana masa depan dari pernikahnnya. Ketika memutuskan belum mampu menikah maka dia akan berusaha menjaga kehormatan dan kemuliannya dengan menghindarkan dari segala hal yang mengantarkanya pada kemaksiatan dan kemudhorotan.

Pesan Buat Remaja

Aktifitas seksual bukanlah sebagaimana kebutuhan jasmani ketika tidak dipenuhi akan mendatangkan penyakit jiwa dan kematian. Namun ia merupakan bagian dari kebutuhan naluri yang akan mendorong pemenuhan ketika ada stimulus yang datang dari luar tubuhnya. Inilah yang menjadi dasar larangan agama untuk mendekati sarana kemaksitan, menghindari dari perbuatan eksploitasi organ seksual, menjaga mata dari pandangna tuna sosial lainnya. Karena hal tersebut akan menjadi sarana yang mendorong nafsu untuk melakukan tindakan pemanfaatan organ reproduksi secara tidak benar.

Agama telah mengajarkan kepada kita, hakekat diciptakan naluri ini adalah untuk melestarikan jenis keturunan manusia. Dengan pernikahan, akan memadukan cinta kasih suami istri sehingga melahirkan generasi taqwa yang memacarkan rahmat ilahi menuju kehidupan umat yang mulia. Wallohu ’alam...

Seks itu di Kepala Kita

BrainSex sex itu dikepala kita“Kunci kehidupan seks sukses itu tergantung pada otak yang sehat kok, ” begitu menurut Dr. Daniel Amen, psikiater dan spesialis otak di Amerika. Dengan pengalaman melakukan scanning otak lebih dari 36 ribu orang selama 15 tahun, Dr. Amen mengungkapkan bahwa perilaku seseorang dapat dilihat dari cara kerja otaknya. Dalam bukunya “Sex on the brain: 12 Lessons to enhance your love life”, pakar otak ini menyingkap rahasia bagaimana memakai ilmu otak praktis untuk memperbaiki kehidupan seks dan hubungan mesra dengan pasangan anda.

Berikut cuplikan temuan Dr. Amen dari situs sehat Dr. Mehmet Oz (salah satu partner dalam Oprah Winfrey Show):

  • Otak adalah organ seks terbesar dalam tubuh kita
  • Sehat dan sakitnya otak kita punya pengaruh besar terhadap seksualitas kita. Pendeknya, jika otak anda berfungsi baik, anda bekerja dengan baik. Anda bisa mencintai, penuh perhatian, konsisten, romantis dan playful.
  • Ada banyak permasalahan otak yang sangat mempengaruhi kehidupan seks, seperti “Attention Deficit Disorder” (Gangguan Kurang Perhatian) dan depresi. Penyembuhan masalah ini bisa memperbesar kemampuan kita untuk membina hubungan secara lahir dan batin dengan orang lain. Dr. Amen menyarankan untuk memanfaatkan Asam Lemak Jenuh Omega-3, berupa minyak ikan, latihan dan l-tyrosine (ini asam amino yang bisa membangun neurotransmitter dopamine) untuk meningkatkan aktivitas di bagian depan otak kita (pre-frontal cortex).
  • Mengubah cara berpikir tentang suatu masalah dapat mengubah otak anda bekerja. “Jika anda memfokuskan diri dengan bersyukur untuk lima hal saja setiap harinya, anda bisa mengurangi banyak persoalan depresi, ” ungkap Dr. Amen. “Masalahnya, urusan depresi ini seringkali memadamkan api asmara anda”.
  • Otak lelaki dan perempuan berlainan. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk kehidupan seks kita, ungkap Dr. Amen lagi.
  • Menurut Dr. Amen, perempuan perlu mengungkapkan apa yang yang mereka inginkan secara seksual. Perempuan juga harus mengajari lelaki lewat repetisi, praktek dan good coaching.
  • (Untuk mudahnya, bini-bini kudu sabar ngajari lakinya soal seks berulang kali bukan dengan kata-kata. Tapi, langsung lewat praktek perbuatan. Ssstt … jangan bilang2)
  • Pijatan pada kaki (foot rub) adalah foreplay (pemanasan). Jangan asal seruduk saja. “Banyak orang tidak tahu bahwa daerah kaki di otak kita – yakni, tempat di otak yang merasakan adanya kaki anda – terletak tepat di sebelah tempat di otak di mana anda merasakan organ kelamin anda, “jelas Dr. Amen. Jadi, sentuhan dan rangsangan pada kaki otomatis akan berpengaruh pada seksualitas anda.
  • Dr. Amen mengakui adanya aprodisiak asli. “Itu kan soal aliran darah saja, ” kata beliau. Pakar otak ini menyarankan Ginseng Korea, Gingko Biloba dan L-arginine. Semuanya akan menambah aliran darah ke otak anda. Sebaliknya, Dr. Amen mengatakan bahwa apapun yang mengurangi aliran darah ke otak akan mempengaruhi fungsi organ seks anda. Ini termasuk kopi, nikotin dan kurang tidur.

Beliau juga menambahkan bahwa beberapa perangsang seks alami untuk kaum lelaki, yakni kayu manis yang sudah dimasak (cooked cinnamon), pumpkin pie, kue donut, lavender (bunga lavandula), cheeze pizza (pizza keju) dan roast beef . Aprodisiak ampuh untuk kaum perempuan, menurut Dr Amen, cukup dengan bedak bayi (baby powder) saja.

Anda tertarik mencobanya? Ingat-ingat saja resep Dr. Amen. Jangan kebanyakan teori dan diskusi, praktekkan saja. Semoga sukses!

PARADIGMA PENDIDIKAN SEKS SEBAGAI PESAN MORAL


‘Seks itu adalah suatu pesan moral’, kata seorang tokoh agama. Benarkah demikian? Kalau melihat kondisi sekarang ini, pesta seks dan narkoba, kelakuan asusila, kemudian ada yang sampai merekamnya di dalam ponsel mulai menjadi gaya hidup. Selanjutnya, kasus-kasus seputar MBA (Married by Accident), seks bebas (berhubungan seks sebelum nikah, menjual keperawanan, ganti-ganti pasangan dsb), arisan seks, homoseksual/lesbian, incest (hubungan seksual sedarah), kekerasan seksual, penyakit menular seksual bahkan sampai aborsi kini banyak menjadi konsumsi media massa.

Pada tahun 1982, penelitian Jhon Hokins memperkirakan bahwa sekitar 80% wanita yang memasuki perguruan tinggi di Amerika Serikat telah berhubungan seksual paling tidak sekali. Bagaimana dengan di Indonesia? Hasil polling dari 200 mahasiswa yang duduk di semester I, II, dan III di sebuah perguruan tinggi ternama di Bandung, 10% di antaranya mendapat informasi mengenai seks dari situs porno dan 60% lainnya dari film porno. Sisanya dari koran, tabloid, serta majalah. Lalu dari 200 responden itu, 50% diantaranya telah melakukan hubungan badan satu kali dan 20% di antaranya lebih dari dua kali atau berganti pasangan (Pikiran Rakyat, 26 Mei 2006). Sebuah baseline survey di Semarang yang melibatkan 127 responden, yang dilakukan Pilar-PKBI Jawa Tengah yang bekerjasama dengan Tim Embrio 2000, pada tahun 2000 di Semarang menujukkan bahwa 48% responden pernah meraba daerah sensitif saat berpacaran, 28% responden telah melakukan petting, dan 20% melakukan hubungan seksual. Selanjutnya, dari survey yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Indonesia, angka kehamilan yang tidak diinginkan mencapai 5,3 juta per tahun. Tingkat aborsi pun cukup tinggi, yakni sekitar 2.3 juta per tahun. Dan infeksi HIV/AIDS lebih dari 50% terjadi pada kelompok umur 15 hingga 29 tahun

Kalau begitu apakah seks sebagai pesan moral masih dapat dipertanggungjawabkan? Untuk memahami masalah ini kita perlu mengkritisi dulu : apakah pada hakikatnya seks itu buruk? Tentu saja tidak. Seks merupakan bagian dari kehidupan mahluk hidup. Naluri seksual merupakan sunatullah yang kuat dan amat penting bagi kelangsungan eksistensi umat manusia. Namun seks seperti apa yang mengandung pesan moral tersebut? Mungkin kita sudah sama-sama tahu, bahwa hubungan seksual yang baik itu adalah yang tersalurkan pada jalur yang benar, yakni di dalam pernikahan yang sah. Agama pun bahkan menganggap hubungan seksual di dalam pernikahan itu sebagai ibadah.

Akan tetapi, kita tidak bisa memungkiri bahwa masa remaja adalah masa ingin mencoba sesuatu, masa ingin mencari jati diri. Pada masa ini, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Dalam kondisi tersebut, remaja sesungguhnya membutuhkan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya dan perilaku seksualnya. Kepada siapa mereka selayaknya mengadukan problema yang mereka hadapi itu? yang paling dekat dengan mereka tentu saja orang tua.

Namun sayangnya, dalam budaya Timur hal ini dianggap sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Masalah baru pun muncul, bukankah memang isu yang selalu ditutup-tutupi malahan semakin menarik untuk dibicarakan? Percaya atau tidak, remaja sebenarnya "diam-diam" sudah mencari informasi yang menyesatkan tentang seks dari pornografi. Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang berada dalam potensi seksual yang aktif, maka remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Orangtua sering tak menyadari, bahwa selama ini anak-anak mereka dianggap lugu dan pendiam, ternyata di luar sana, pergaulan mereka lebih gila. Sudah menjadi rahasia umum, ketika kita berinteraksi dengan teman sebaya, ungkapan yang berbau seksual biasa terjadi. Dari mana remaja tahu tentang seks? Bisa jadi dari internet, televisi, majalah, dan bentuk-bentuk media lain, yang pada akhirnya menjadi "guru seks" para remaja. Apalagi globalisasi menyebabkan aksesibilitas remaja terhadap pornografi menjadi lebih mudah. Ribuan situs porno di internet serta media-media lain, seperti tabloid porno, komik hentai (komik porno Jepang) yang bertebaran di sekeliling remaja menjadi salah satu stimulan pergeseran perilaku para remaja saat ini. Menurut Miraj DK, pemerhati masalah seksual, pornografi dan pornoaksi kini seperti menjamur tapi bukan jamur di musim hujan : merebak nan semarak jumlah dan bentuknya. Harganya pun terbilang murah , akses untuk mendapatkannya juga mudah : sudah dijajakan layaknya kacang rebus.

Merebaknya pornografi sungguh amat memprihatinkan, bisa berimplikasi terhadap dekadensi moral, kriminalitas, dan kekerasan seks yang dilakukan remaja. Terlebih lagi, media massa merupakan sarana yang paling efektif untuk mempromosikan sesuatu. Karena itu keluarga maupun lembaga pendidikan perlu memberikan filter kepada para remaja. Seperti apa bentuknya?

Pendidikan Seks

Pendidikan seks adalah suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan anatomi seksual, pembiakan seksual, perhubungan seks, dan aspek-aspek lain kelakuan seksual manusia (Wilkipedia Indonesia). Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994), secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan. Kata "pendidikan" berarti "proses pengubahan sikap dan tata laku kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Artinya di sini diperkenalkan pengetahuan fisiologi dan pemupukan etika seks.

Dalam lembaga pendidikan, pendidikan seks akan memberikan pengetahuan dasar tentang kebersihan dan perlindungan diri, dengan cara ilmiah dan mudah dimengerti : menjelaskan kepada para siswa fisiologi masa puber serta perubahan psikologi dan emosi; ekspresi kelainan fisiologi seks, serta cara pengaturan diri dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh perilaku seks tanpa perlindungan; menanamkan kesadaran keamanan seks para siswa serta rasa tanggung jawab mereka terhadap perilaku seks (Siaran Bahasa Indonesia Radio Cina Internasional). Tentu saja pendidikan seks bukanlah yang lebih menekankan pada sisi aman dan sehat dalam berhubungan seks bebas, tapi pendidikan seks yang menjaga harga diri dan kehormatan diri (Nurhayati Syarifuddin, S.Pd., disampaikan pada acara Seminar perempuan dengan Tema Seksologi; Antara Perlu dan Tabu 22 November 2007). Pendidikan seks bertujuan untuk mengetahui fungsi organ seks, tanggungjawabnya, halal-haram yang berkaitan dengan organ seks, dan panduan menghindari penyimpangan prilaku seksual sejak dini. Jadi di sini akan diajarkan tentang nilai keluarga dan agama.

Menurut Kartono Mohamad, pendidikan seksual yang baik mempunyai tujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggungjawab (disampaikan dalam Diskusi Panel Islam Dan Pendidikan Seks Bagi Remaja, 1991). Beberapa ahli mengatakan pendidikan seksual yang baik harus dilengkapi dengan pendidikan etika, pendidikan tentang hubungan antar sesama manusia baik dalam hubungan keluarga maupun di dalam masyarakat. Juga dikatakan bahwa tujuan dari pendidikan seksual adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi ingin menyiapkan agar remaja tahu tentang seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat serta kesiapan mental dan material seseorang. Selain itu pendidikan seksual juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan norma agama, sosial dan kesusilaan (Tirto Husodo, Seksualitet dalam mengenal dunia remaja, 1987).

Namun demikian tenggung jawab keberhasilan pendidikan seks bukanlah semata-mata di tentukan oleh kurikulum sekolah, tetapi juga peran keluarga, masyarakat dan pemerintah. Dalam tataran keluarga, alangkah baiknya orang tua memposisikan diri sebagai sahabat terbaik. Diskusikan dengan anak tentang perilaku seks yang tidak sehat dan ilegal serta dengan memberi sentuhan kasih sayang. Maka pendidikan seks bukan hanya sebagai fungsi edukasi, tetapi juga fungsi konsultasi. Perlu juga ditekankan, keluarga jangan membiarkan remaja malas beraktivitas. Dalam mengalihkan penyaluran hasrat seksualnya, remaja lebih baik didorong melakukan kesibukan untuk mengejar prestasi, baik berprestasi di dalam maupun di luar dunia akademisnya.

Dalam tataran negara, Kartono (1994) menyarankan agar format penyusunan dan penyajian di media massa diatur, sehingga materi maupun pesan yang disampaikan benar-benar bermuatan nilai-nilai pendidikan. Pemerintah bisa membuat regulasi dengan meminimalkan hal-hal yang merangsang, baik di media massa maupun peredaran VCD porno. Dalam hal ini sebenarnya Pemerintah bukan tidak mampu, tetapi terkesan tidak mau.

Jelaslah bahwa dampak tidak adanya pendidikan seks : anak memperoleh keterangan didapat dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun dalam kenyataannya, masih banyak kalangan di negeri ini yang menentang diadakannya pendidikan seks. Mengapa? Jawaban yang paling mungkin karena mereka menganggap pendidikan seks sebagai produk Barat yang sangat liberal. Ada ketakutan bahwa pendidikan seks tidak lain adalah sarana untuk mendukung pergaulan bebas. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ni negara-negara maju, pendidikan seks lebih diarahkan kepada keamanan melakukan hubungan seks dari penyakit, sehingga seolah-olah ‘seks itu boleh asal aman’. Tapi apakah bila remaja mendapat informasi tentang seks, khususnya masalah pelayanan kesehatan reproduksi, justru akan mendorong remaja melakukan aktivitas seksual? Kalau konsep ‘seks itu boleh asal aman, kemungkinan jawabannya adalah pendidikan seks bisa mendorong pergaulan bebas. Tetapi pendidikan seks di Indonesia tidak perlu mengikuti pola yang diterapkan Barat tersebut. sekali lagi ditekankan di sini bahwa, bangsa kita punya banyak nilai-nilai, dan dalam pendidikan seks inilah nilai-nilai itu mendapatkan kesempatan dipahami remaja. Jadi, ‘seks itu merupakan pesan moral’, karena di dalam hubungan seks yang benar, manusia akan diajak untuk memahami tanda-tanda kebesaran Tuhan.

Pendidikan Seks Pranikah Itu Sangat Perlu!

suatu hari saya kedatangan seorang klien yang curhat, dia mengatakan, bingung sekali dengan sikap istrinya yang baru dinikahi hampir satu tahun ini.

wah masih penganten baru.! itu seru saya ketika mengetahui yang datang ternyata baru menikah belum genap satu tahun.

kenapa bisa bingung dengan istri.? lumrahlah banyak hal membuat kita bingung dengan pasangan sebab kita dibesarkan oleh dua keluarga berbeda dan tentu saja dengan pola asuh dan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda.! demikian saya berucap untuk memulai dialog.

begini bu, istri saya itu ampun deh.! kuno banget.! bayangkan dia bukan lagi remaja tapi sudah dewasa dan mempunyai suami, masa baru saya ajak nonton film BF aja sudah marah dia memaki saya, sebagai bajingan yang berdosa.! itu kata demi kata klien tersebut mengutarakan geramnnya.

dia bilang, nonton film seperti itu perbuatan dosa.! dan jika saya ajak dia berhubungan intim dengan mesra, dia bilang : saya ini tidak sopan, koq memegang-memegang ‘barang’ terlarangnya.! GILA kali ya itu istri saya, Bu.!

pembaca, sampai disini sudah mulai ngakak belum…? kita lanjut ya.!

memang anda kenal / pacaran sudah berapa lama.? akhirnya saya berhenti melongo dan mulai penyelidikan hahaaaaaaaaaaa

Bu, saya pacaran hampir satu tahun, tapi selama pacaran saya hanya bisa mengaandeng tangannya jika menyebrang jalan, kalau dicium atau dipeluk, dia bilang: nanti kalau sudah nikah baru boleh.! kalau sekarang itu dilakukan, dosa.!

dulu saya maklum, Bu.! ……… saya pikir hal itu lumrah untuk perempuan baik-baik , maka saya hormati dan semakin kagum. tapi sekarang…………….. busyet deh Bu.! tobat saya menghadapi istri kayak gitu, mending cari perempuan lain aja..

Pembaca………… apa anda juga merasa dosa jika mencium dan memeluk kekasih anda.? apa karena dia belum menjadi istri anda, maka dosa jika kita berkasih mesra dalam rambu-rambu moral yang tetap diterapkan.?

Menurut saya, bagaimana pun pendidikan sex pranikah itu sangat perlu.! bukan saja pendidikan moral pranikah yang diberikan pada calon penganten. seperti yang selama ini dilakukan oleh pasangan yang berniat menikah di gereja dan menerima sakramen pernikahan kudus. tapi pendidikan sex sangat perlu.! banyak Rumah tangga hancur karena masalah ini.! walaupun dipicu masalah lainnya, tentunya.

Nah bagaimana dengan klien saya dimuka tulisan ini.? dia beristrikan perempuan ‘baik-baik’ yang sangat tabu membicarakan dan mempraktekkan sex.! IRONIS banget ya.? sebagai perempuan dewasa, dia sangat ‘rendah’ pengetahuan tentang sex dan mungkin juga tidak mengerti sama sekali tentang hubungan intim ini. bagaimana dia bisa mendidik anaknya dikemudian hari.? jika dirinya masih tetap merasa dosa, jika melihat foto organ vital atau foto tubuh telanjang, jika demikian, pasti dia boro-boro mau beli buku pendidikan sex yang penuh gambar orang berhubungan intim, karena semua dianggap DOSA.! padahal hal ini sangat membantunya untuk mengenali tubuhnya sendiri dan kepuasan hubungan intim bersama suaminya.

duh mikirin DOSA………………????

Berdosa atau tidak berdosa, suci atau tidak suci, sebetulnya bergantung pada pikiran kita sendiri. Daripada capai memikirkan dosa atau tidak berdosa, lebih baik nikmati hidup ini dengan apa yang sudah Tuhan ciptakan dan berikan pada umatnya.


Kita mempunyai tubuh dan pikiran, sebagai manuisa yang hidup dengan berkesadaran, kita yakin hukum sebab akibat yang menjadi dasar kehidupan manusia ada pada kita, dan setiap aksi kita pasti menimbulkan reaksi positif dan negatif untuk kehidupan itu sendiri.

Nah isilah kehidupan rumah tangga kita dengan kenikmatan yang Tuhan beri, yaitu hidup sebagai pasangan yang bisa menciptakan surga duniawi, yaitu “bercinta” dengan segenap jiwa raga, singkirkan semua rasa sungkan, risih, tabu, kotor dan sebagainya. Suami atau istri kita adalah orang yang berhak sekaligus berkewajiban untuk sama-sama melakukannya.

Kita tidak perlu menjadi pemain cinta yang paling baik, tetapi cukup menjadi yang terbaik yang bisa dicapai bagi pasangan dan diri kita sendiri. Sangat perlu diingat gairah seksual tiap orang adalah unik. Sehingga kepuasan yang dirasakan tiap pasangan pun bersifat spesifik.

Kepuasan seksual juga bergantung pada gaya hidup yang mendukung kesehatan badan dan jiwa Anda. Bila ada masalah yang timbul sehubungan dengan kepuasan seksual, sebaiknya coba teliti apa yang terjadi dalam lingkup hidup kita.

Apakah ada sesuatu yang membuat kita gelisah sehingga kurang enak makan atau kurang nyenyak tidur. Atau justru perubahan sikap emosional pasangan kita, yang membuat kita frustrasi, sebab jika kita depresi dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, jelas akan sangat berpengaruh pada kegiatan seksual kita. Karena itu, cobalah melakukan sesuatu untuk memperbaikinya, sedapat mungkin untuk mengoptimalkan sensual dan kehidupan seksual untuk kembali bergairah dan sehat.


Sebab cinta mengajarkan pasangan untuk mengalirkan energi, lebih dari sekadar sentuhan fisik. Sehingga pasangan yang bercinta dengan batin, akan merasa- kan hubungan medan elektrik itu, bahkan ketika mereka tidak bersentuhan, atau tidak berada dalam tempat yang sama.

Tentu saja kita diharapkan berkesadaran untuk tidak terjebak dalam hukum yang menghukum diri sendiri, karena umumnya perempuan Timur masih menganggap suatu dosa besar kalau minta kepuasan seks dengan pasangannya, dan berlaku seperti seorang profesional. Nah, lepaskan perasaan itu, ciptakan usaha untuk hidup lebih baik dan dinikmati!

Seseorang yang merasa terpuaskan dan hidup dengan rasa bersyukur, akan bisa memancarkan rasa bahagia untuk orang di sekitarnya. Karena itulah, jadilah orang yang menyenangkan dengan energi kebahagiaan yang terpancar.

salam hangat untuk semua.!

sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/15/pendidikan-sex-pranikah-itu-sangat-perlu/

MANFAAT YOGA UNTUK KEHIDUPAN SEKSUAL



YogaLagi panas-panasnya piala dunia kok membahas tentang sex, sih? ya biar untuk selingan saja, jadi habis nonton kan perlu "service" dulu. Nah kali ini adalah manfaatyoga untuk membuat seks menjadi lebih nikmat, hmmm. Manfaat yoga tidak hanya baik untuk tubuh. Dengan yoga Anda pun akan mendapatkan seks yang berkualitas. Mungkin bisa seperti di video Ariel dan Luna itu yach? hihi..

Menurut penulis buku 'Sexy Yoga', Ellen Barret, dengan yoga, Anda akan mendapatkan tubuh yang lentur dan kuat sehingga mudah melakukan variasi gerakan dan posisi bercinta. Selain itu masih ada manfaat lain dari Yoga untuk kelancaran aktifitas seks. Dibawah ini selengkapnya dari manfaat Yoga untuk kehidupan seksual.

Mengurangi Rasa Sakit
Untuk perempuan yang aktif dan suka berolahraga lari, otot pinggul dan paha yang tegang dapat menghabat kegiatan seks. Otot panggul yang tegang dapat mempengaruhi panggul berkontraksi dan gerakan otot lain yang berakibat orgasme tidak mencapai titik maksimal. Yoga mampu membuat hal tersebut teratasi dengan membuat kondisi badan jauh lebih rileks.

Melancarkan Aliran Darah
Manfaat yoga juga sama dengan manfaat olahraga pada umumnya, yaitu dapat melancarkan aliran darah. Ada beberapa posisi yoga yang dapat melatih otot panggul Anda dan melancarkan darah pada bagian pinggul.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Terlatih dan terbiasa konsentrasi pada setiap gerakan yoga membuat Anda fokus dengan apa yang sedang dilakukan. "Ketika Anda menerima diri sendiri, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa menikmati aktivitas seksual bersama pasangan. Pasangan disini bukan pasangan seperti Ariel dan Cut tari lho ya... itu mah pamali...

Membuat seks menjadi lebih bergairah
Gerakan-gerakan yoga membuat darah mengalir lancar menuju area-area sensitif, sehingga memberikan gairah serta rangsangan lebih untuk Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih terbuka dan lebih bereksplorasi pada aktivitas seksual dan Anda menjadi pribadi yang lebih bahagia.

Pendidikan Seks Remaja, Masih Perlukah?

Selama ini banyak kalangan yang mempertanyakan kegunaan pendidikan seks bagi remaja. Benarkah tidak ada gunanya? Bagaimana status pendidikan seks di luar negeri? Mari kita simak untuk perbandingan!

ScienceDaily (Mar.20, 2008). Riset terbaru menunjukkan bahwa pendidikan seks komprehensif dapat mengurangi kemungkinan kehamilan remaja, dan tidak ada indikasi bahwa hal tersebut meningkatkan level hubungan seks atau penyakit menular seksual (PMS). “Sama sekali tidak membahayakan untuk mengajari remaja mengenai kontrol kelahiran, sebagai tambahan dari penolakan hubungan seks,’ demikian kata pimpinan kajian, Pamela Kohler, Manajer program pada Universitas Washington di Seattle. Orang tua dan pendidik telah lama berargumentasi, apakah siswa harus mendapatkan pengajaran kontrol kelahiran, atau secara mudah bilang saja tidak terhadap seks bebas. Opsi mana yang lebih baik untuk menunda hubungan seks pada remaja.

Kohler dan kolega mengamati hasil dari survei nasional Amerika Serikat tahun 2002 dan berfokus pada remaja heteroseksual umur 15 sampai 19 tahun. Penemuan ini- berdasarkan respon dari 1719 remaja- dipublikasi pada journal of Adolescent Health. Setelah mereview hasil, peneliti menemukan bahwa satu dari empat remaja menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja. Sembilan persen, terutama di daerah miskin dan pedesaan, tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Dua pertiga sisanya menerima instruksi komprehensif, dengan diskusi kontrol kelahiran dan penolakan hubungan. Remaja yang menerima pendidikan seks komprehensif memiliki kemungkinan 60 persen lebih kecil untuk mendapatkan kehamilan, dibandingkan yang tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Kemungkinan kehamilah adalah 30 persen lebih rendah pada mereka yang hanya menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja, dibanding mereka yang tidak menerima hubungan seks, namun peneliti mengasumsikan bahwa angka tersebut kurang signifikan secara statistik, sebab beberapa remaja yang masuk dalam kategori diteliti.

Walau mereka juga tidak mencapai signifkansi statistik, survei lain juga menganjurkan bahwa pendidikan seks komprehensif, bukan penolakan hubungan seks saja, mengurangi kemungkinan remaja terlibat pada hubungan vaginal. Kedua pendekatan tersebut tidak dilaporkan mengurangi kemungkinan PMS, namun hasil tersebut secara statistik tidak signifikan. Bagaimanapun, penemuan tersebut mendukung diberikannya pendidikan seks komprehensif, demikian tandas Kohler. ‘Tidak ada bukti untuk mendukung bahwa pendidikan penolakan hubungan seks saja mengurangi kemungkinan terjadinya hubungan seks, atau kehamilan’, kata Kohler lagi.

Don Operario, PhD., profesor pada Universitas Oxford di Inggris mengatakan bahwa kajian tersebut memberikan ‘bukti lebih jauh’, terhadap kegunaan pendidikan seks komprehensif dan ketidak efektifitas dari pendekatan penolakan hubungan seks saja. Bagaimanapun, kajian tersebut tidak menunjukkan bagaimana pendidik harus mengimplementasikan pendidikan seks komprehensif pada ruang kelas, demikian kata Operario, yang mempelajari pendidikan seks. ‘Kita memerlukan pemahaman lebih baik terhadap cara yang paling efektif untuk memberikan tipe pendidikan dalam rangka untuk memaksimalkan pemahaman murid dan penerimaan komunitas’, kata Operario.

Referensi Jurnal : Kohler PK, Manhart LE, Lafferty WE. Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. J Adolesc Health 42(4), 2008.

Diterjemahkan dari:

The Center for the Advancement of Health. “Comprehensive Sex Education Might Reduce Teen Pregnancies, Study Suggests.” ScienceDaily 20 March 2008. 28 November 2008 http://www.sciencedaily.com­ /releases/2008/03/080319151225.htm.

CIRI - CIRI PRIA YANG MUNGKIN SELINGKUH

Pria "manis" yang terlihat tak mungkin macam-macam pun bisa menjadi peselingkuh. Mulai dari selingkuh yang masih dilakukan dengan sembunyi - sembunyi dari anda sampai terang - terangan di depan mata anda sendiri dan ujung - ujungnya mau meninggalkan anda sendiri

Bukan berarti harus mencurigai pasangan Anda. Tapi, seperti anekdot "kucing disodori ikan asin pasti langsung disambar", siapa yang tak tergoda jika ada seseorang yang terus-menerus mencoba menarik perhatian kita. Karena sering bertemu, mengobrol, dan akhirnya saling curhat, perselingkuhan pun semakin mungkin terjadi. Apalagi bila kebetulan kondisi hubungan dengan pasangan pun sedang seperti mendung yang gelap.




Namun, tentu saja tak berarti solusinya adalah mengawasi dan menginterogasi pasangan selama hampir 24 jam. Yang penting, ciptakan hubungan yang kondusif di antara Anda berdua, dan belajarlah jeli membaca tanda-tanda kemungkinan adanya perselingkuhan. Dengan begitu, pengkhianatan bisa segera dihentikan, dan hubungan Anda berdua pun masih terselamatkan.

Lalu, apa saja tanda-tanda awal yang bisa dijadikan petunjuk? Marcella Bakur dan Raymon B. Green dalam buku mereka, 180 Telltale Signs Hates Are Cheating and How to Catch Them, mengungkapkan 32 tanda emosional seseorang yang sedang berselingkuh. Mau tahu rahasianya, ini dia resepnya :

1. Dia lebih perhatian dari biasanya.
Ini karena dia merasa bersalah kepada Anda. Namun, perhatian tersebut perlahan-lahan akan berkurang dan akhirnya menghilang setelah perselingkuhan semakin dalam.
2. Dia mulai menghujani Anda dengan hadiah.
Sama seperti poin pertama, ini dilakukannya karena merasa bersalah telah mengkhianati Anda. Dengan memberikan hadiah-hadiah itulah ia bisa mengatasi rasa bersalahnya.
3. Tingkah lakunya membuat Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Percayailah insting Anda. Tidak peduli dengan insting tersebut sama saja Anda "membutakan" diri dari kebenaran yang ada. Andalah yang paling tahu kebiasaan, rutinitas, dan sikap-sikapnya sehari-hari. Jadi, curigalah bila semua itu berubah.
4. Dia mulai semakin sering memancing pertengkaran.
Ini adalah alasannya untuk marah dan pergi menemui kekasih gelapnya. Namun, bisa juga dilakukan karena perasaannya yang bercampur aduk setelah mengkhianati Anda.
5. Selalu membicarakan kemungkinan hubungan Anda berdua berakhir.
Waspadalah jika dia mulai sering berkata, "Apa yang kamu lakukan jika hubungan kita berakhir?" atau, "Jika sesuatu terjadi pada kita berdua, saya akan selalu menyayangi kamu sebagai teman." Asal Anda tahu, kalimat berandai-andainya itu karena ada orang lain yang akan menerimanya dengan senang hati begitu hubungan Anda berdua berakhir.
6. Dia seperti Anda saat sedang mengalami PMS.
Dia tampak senang dan bersemangat ketika akan pergi keluar rumah sendirian, dan langsung lesu serta lemas saat berada di dekat Anda.
7. Dia jarang bicara dengan Anda dan menjadi "dingin" seperti es batu, tidak peduli pada perasaan Anda.
8. Selera musiknya tiba-tiba berubah. Karena jadi lebih sering mendengarkan musik kesukaan "sang pacar", ia pun jadi ikut menyukai musik tersebut.
9. Harga dirinya rendah.
Bukan berarti lalu dia pasti berselingkuh. Namun, orang-orang seperti ini umumnya cenderung mencari rasa aman dan umpan balik positif dari orang lain. Nah, salah satu cara mendapatkannya, Salah satunya adalah lewat perselingkuhan!
10. Dia terus-menerus mengkritik orang lain (lawan jenisnya). Ini adalah usahanya untuk membuat Anda berpikir bahwa orang seperti itu bukanlah tipe favoritnya, walau sebenarnya diam-diam dia tertarik.
11. Dia jadi lebih sering memberi kritik pedas kepada Anda.
12. Emosinya jadi lebih mudah terpancing terhadap komentar Anda, bahkan komentar netral sekalipun.
13. Dia tak lagi memberi perhatian kepada Anda, anak-anak, dan kehidupan keluarga.
14. Dia mulai seperti bermain "petak umpet" saat Anda berada di dekatnya. Misalnya, sering sekali menutup pintu atau pergi menjauh saat bicara di telepon.
15. Dia tak pernah lagi memuji penampilan Anda.
16. Dia mulai berhenti mengucapkan "Aku cinta kamu."
17. Dia tampak salah tingkah atau tampak merasa bersalah saat Anda melakukan hal baik untuknya.
18. Dia justru menuduh Andalah yang berselingkuh walau tak memiliki bukti yang kuat.
19. Dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya dibanding bersama Anda
20. Dia mulai tak berminat membicarakan masa depan perkawinan Anda berdua.
21. Dia tak lagi menunjukkan kasih sayangnya kepada Anda.
22. Dia lebih memilih membaca atau menonton teve dibanding mengobrol atau bercinta dengan Anda.
23. Dia sering membicarakan masalah yang tengah dialami orang lain, terutama dad lawan jenisnya.
24. Dia mulai menggunakan kata-kata humor atau canda serta pendapat yang berbeda dari biasanya, yang tidak mencerminkan dirinya.
25. Dia semakin tidak memperhatikan anak-anaknya. Anak-anak pun merasa ada sesuatu yang salah dengan ayah mereka.
26. Dia seperti menarik diri dan menjauh. Tapi saat Anda menanyakan itu semua, dia tak ingin membicarakannya.
27. Dia tampak tidak berkonsentrasi dan tidak menunjukkan gairahnya saat bercinta.
28. Dia selalu tampak kaget atau bingung setiap bangun pagi. Ini karena tidak yakin di tempat tidur siapa dia terbangun.
29. Anda mendengarnya mengigau menyebutkan nama seseorang (nama perempuan tentunya) lebih dari satu kali.
30. Sahabat dan anggota keluarga Anda sering melihat ketegangan di antara Anda berdua, bahkan jauh sebelum Anda sendiri menyadarinya.
31. Dia mudah sekali merasa "terancam" saat Anda bertanya-tanya tentang beberapa hal kepadanya, dan merasa seperti diinterogasi.
32. Pola tidurnya berubah dari biasanya dan tampak resah.

Nah, apakah tanda-tanda tersebut juga terdapat pada pasangan Anda ? Jika iya, waspadalah !!!

Tips di atas Juga bisa digunakan sebagai acuan untuk mengetahui Ciri - ciri Bila Cowok anda telah melakukan perselingkuhan....
biar ada bayangan bagaimana bila cowok selingkuh