Sabtu, 14 Agustus 2010

Steve Morse

Nama Asli : Steven J. Morse
Tempat/Tgl Lahir : Hamilton, Ohio, USA / 28 Juli 1954
Gaya Permainan : Blues & Hard Rock
Group Band Sebelumnya : Kansas, The Plague, Dixie Grit, The Dregs,
Group Band sekarang : Deep Purple, Steve Morse Band
Pengaruh musikal : Deep Purple, Joe Perry, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream), George Harrison, Eric Johnson, Keith Richards
Gitar Yang Digunakan : custom (body telecaster, neck strat), Ernie Ball Steve Morse model
Ampli : Digitech 2101 , ADATs, Peavey combo amp, Crate combo amp, A Carvin Vintage head, Peavey Tube head, A Trace Elliot, Marshall, Ampeg V4. Neuman TLM 170, AKG 414, Shure (57 and beta 57), Shure condensor 81, Audio Technica,speaker JBL 120's, cabinet open back Carvin
PickUp : (Lima buah pada satu gitar) DiMarzio (neck to bridge): DP-205 Morse Signature, 20.5K, DP-108 Vintage, Single Coil, 6.0K, Proprietary Custom Wound, 5.5K, DP-200 Morse Signature, 9.6K


Band pertama Steve adalah The Plague(bersama kakaknya Dave), setelah remaja ia sekolah di Richmond Academy di Augusta, di sana lah Steve bertemu dengan Andy West(yang akhirnya menjadi bassist Dixie Dregs), pada akhir 60 an Dixie Grit terbentuk, dengan formasi yang di isi oleh orang-orang yang sangat berbakat yaitu Steve Morse pada gitar, Andy West pada bass, Johnny Carr pada keyboard, Frank Brittingham pada vokal/gitar and kakak steve mengisi posisi drummer. Pada awalnya Dixie Dregs sering memainkan lagu-lagu Led Zeppelin dan Cream.

Setelah Dixie Grit bubar, ada dua orang anggotanya yang masih ingin melanjutkan bermain musik, yaitu Steve Morse dan Andy West, saat itu hanya mereka yang tersisa(Dregs) dari band. Aleh karena itulah mereka menamakan diri mereka Dixie Dregs. Mereka terbentuk sekitar tahun 1971-1972

Setelah SMA(High School), steve morse (yang seringkali dihukum karena ia tidak ma memotong rambutnya) melanjutkan studinya ke University of Miami's School of Music, yang memiliki reputasi bagus dalam mencetak musisi amerika saat itu. Beberapa saat kemudian Andy West juga menyusulnya ke sekolah yang sama.

Di universitas tersebut, Steve memiliki proyek studi yang merupakan sebuah band bernama Rock Ensemble II, mereka seringkali tampil di kampus dan menjadi perhatian orang-orang saat itu. Steve sendiri mengikuti program jazz tradisional, dengan instrumen utamanya adalah gitar klasik. Pada masa kuliahnya ini Steve menjadi panutan dan sangat dikenal di kalangan mahasiswa sebagai seseorang yang pendiam, dengan rambut panjang yang pirang, selalu bermain dengan telecasternya yang ber neck Stratocaster, dan selalu memindahkan pick upnya saat memainkan lead gitar.

Setelah semua anggotanya selesai kuliah, Rock Ensemble II mengganti namanya menjadi Dixie Dregs. Gitar “hybrid” yang digunakan Steve pada masa kuliahnya tersebut adalah hasil rakitan tangan Steve sendiri. Ia merakit gitarnya yang terdiri dari body fender telecaster(ia membuat sendiri pick guardnya), neck Stratocaster, bridge tune-o-matic Gibson, tailpiece dari gitar senar 12, fret Gibson(jumbo) pada necknya, dan lima buah pick up! (Gibson humbucker, fender strat, telecaster, dimarzio custom made, dan pickup buatan 360 system) dan tiga switch. Steve sendiri pernah menamakan gitarnya sebagai frankestein telecaster.

Dixie dregs saat itu memiliki karakter ke arah fusion, blue grass, jazz, groovy funk, rock n roll. Selain membuat karyanya sendiri mereka juga memainkan lagu-lagu dari Mahavishnu Orchestra dan Allman Brothers band.

Setelah membuat beberapa album(1977- Free Fall, 1980 - What If), pada tahun 1981 karena alasan komersial Dixie dregs mengubah namanya menjadi “The Dregs”. Pada tahun tersebut lagu mereka Unsung Heroes menjadi nominasi Grammy Awards untuk kategori Best Instrumental Performance.

Pada tahun 1983 The Dregs berpisah dan masing2 personil mengerjakan berbagai proyeknya sendiri. Setelah itu Steve Morse lebih banyak menggunakan pen dari pada gitarnya, pada masa tersebut ia menulis sampai lebih dari 100 artikel dalam berbagai majalah mengenai gitar dan musik juga filosofinya.

Setelah cukup lama menulis, pada tahun 1984 Steve membentuk bandnya “Steve Morse Band” yang memiliki 3 orang personil(Steve M-Gitar, Jerry Peek-Bass, dan Doug Morgan-Drum), mereka mengeluarkan album pertamanya yang berjudul “The Introduction”. Pada masa-masa tersebut Steve juga bekerja sama dengan Albert Lee

Pada tahun yang sama Steve di rekrut menjadi gitaris di band Kansas, namun ia juga masih terus bekerja bersama Steve Morse Bandnya.Saat bekerja bersama Kansas, Steve Morse sempat berpindah jalur dari musik menjadi Pilot pesawat terbang komersil(saat itulah akhirnya ia memotong rambutnya menjadi pendek). Hal ini banyak di sebabkan karena kejenuhannya terhadap industri musik saat itu yang sangat menekan dan membatasi karya musisi itu sendiri. Namun saat itu ia tidak keluar dari Kansas, ia juga mengerjakann album Kansas yang berjudul “In the Spirit of Things” saat ia bekerja menjadi pilot.

Setelah berhenti menjadi pilot, ia kembali ke dunia musik dan ia memutuskan untuk keluar dari Kansas. Hal yang cukup berpengaruh pada kembalinya ia ke dunia musik adalah undangan untuk bergabung dengan Linyrd Skinyrd pada konser mereka di akhir 80’an. Saat itu ia menyadari bahwa bermain musik tidak seburuk yang dipikirkan sebelumnya.

Pada akhir 80’an, Steve Morse berkonsentrasi pada proyek-proyek solonya. Pada masa itu(masa di mana para monster gitar muncul : steve vai, Joe Satch, dan eric Johnson) . Saat itu Steve memenangkan Guitar Player Magazine’s Readers Poll untuk kategori Best Overall Guitarist untuk 5 tahun berturut-turut!

Pada tahun 1993 Deep Purple kehilangan gitarisnya Richie Blackmore dan setelah setahun mereka mengadakan tour bersama Joe Satriani sebagai gitaris, akhirnya pada tahun 1994 mereka merekrut Steve Morse sebagai gitaris tetap mereka berikutnya.

Setelah mengikuti beberapa rangkaian tour akhirnya pada tahun 1998 Steve Morse bersama Deep Purple mengeluarkan album “Purpendicular”, setelah itu mereka menjalankan rangkaian tour besar yaitu “Total Abandon Tour” pada tahun 1999.

Pada tahun 2000 Steve Morse mengeluarkan solo Albumnya yang berjudul Major Impact, yang berisi tribute untuk para pemain gitar dan band yang mempengaruhinya seperti John McLaughlin(Mahavishnu Orchestra), Alex Lifeson, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream), George Harrson, Eric Johnson, Keith Richards, dll. Tahun 2002 Steve Morse Band mengeluarkan album yang berjudul “Split Decision”. Pada tahun 2004 Steve Morse mengeluarkan “Major Impacts 2”, yang juga berisikan tribute untuk band dan para gitaris yang mempengaruhinya seperti Joe Perry, Lynird Synyrd, The Yardbirds, Bach, Genesis, Cajun, ZZ Top, Deep Purlpe, Ted Nugent , dll.

Jumat, 13 Agustus 2010

Pengertian Musik



Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar.
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Ada beberapa pendapat mengenai musik, diantaranya :
  • Aristoteles mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
  • Herbert Spencer, seorang filsuf Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang, sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai cara 
  • Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional” 
  • Romain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian. 
  • Sydney Smith musik ialah satu satunya pesona termurah dan halal di muka bumi. 
  • Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya. 
  • Mendelssohn meyakini bahwa musik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup. 
  • Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya. 
  • Prier mengatakan musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
Namun terlepas dari semua itu, penulis melihat bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk berpendapat mengenai pengertian musik. Itu tergantung dari sudut pandang seseorang, latar belakang seseorang, kepribadian seseorang, lingkungan dan banyak lagi faktornya. Mungkin bisa di bilang juga, musik adalah sesuatu yang abstrak. Bisa dirasakan atau di dengar namun tidak bisa di ungkapkan. Sama hal nya dengan perasaan hati seperti sedih, kesal, marah, cinta, dan lain-lain. Kita tahu apa itu sedih, apa itu cinta, tapi setiap orang akan berbeda dalam mendefinisikannya ataupun mengungkapkan pendapatnya.

Mungkin disini penulis ingin mengambil sebuah kesimpulan tentang musik meskipun kesimpulan ini penulis yakini berbeda dengan kesimpulan anda. " Musik adalah Kesatuan bunyi yang beraturan dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi seseorang yang merasakan ataupun mendengarnya ".

Music adalah suara Jiwa yang Merdeka

Musik adalah bagian dari kehidupan yang sulit dipisahkan.Dari bangun tidur sampai tidur kembali.helaan dan hembusan nafas.Musik sudah mendarah daging dalam lingkaran waktu manusia.Tak bisa dibayangkan
jika hidup ini hampa alunan lagu dan derai rangkaian indah nada.Mungkin dunia akan meratap,karena sepi telah menelanjangi munafik ramainya.Yang termarjinalkan sudah.

Musik adalah makanan bagi jiwa-jiwa yang "hidup".Musik adalah bahasa rasa.Tak bisa menafikannya begitu saja.Dalam setiap detik dan dentang waktu,musik memberikan rona dalam setiap sendi nafas perasaan,pikiran,dan tindakan.Sebuah keseimbangan harmoni hidup yang indah.

Musik adalah interpretasi jiwa dari individu-individu yang merdeka.Jdi,musik adalah kreatifitas.Dan kreatifitas adalah ketulusan yang bebas.Tak ada tekanan dan aturan-aturan yang dapat memagarinya.Biarkan kreatifitas terbang melayang tinggi ke angkasa pelangi rasa jiwa.

Musik adalah karya seni.Layaknya karya seni yang lain,seperti lukisan,patung,ukiran,tarian,dll.Ia begitu subjektif.Tergantung penafsiran masing-masing orang.Sebuah karya seni dikatakan bagus/bernilai seni tinggi bagi sesseorang,tapi belum tentu bagi orang lain.Dan sebuah penafsiran bersumber dari selera setiap pribadi-pribadi yang berbeda.Jadi kita tidak bisa memaksakan pemaknaan yang sama pada sebuah karya seni.Dan dalam hal ini khususnya adalah musik.

Adanya interpretasi musik yang berbeda-beda adalah sebuah kewajaran.Karena itulah banyak genre/aliran musik yang bermunculan.Mulai dari Rock,Punk,Underground,Pop,Jazz,metal,hip hop,dangdut,sampai dengan musik tradisional/etnik.Demi untuk pemuasan jiwa seseorang.

Lalu........kenapa orang harus mempermasalahkan karya dan selera musik orang lain.Hanya karena merasa musik yang satu di anggap lebih jelek/berkasta rendah daripada musik yang lain.Bukankah standart "bagus" dalam musik begitu subjektif,tak ada standart "objektif" yang dapat mengukurnya.

Bagi para musisi,biarkan mereka menghasilkan sebuah kreatifitas tanpa ada intervensi dan aturan-aturan di luar dirinya,yang bisa mematikan kreatifitasnya tersebut.Biarkan mereka bebas mengekspresikan apa yang ia ingin ungkapkan dalam dirinya.Sehingga menghasilkan karya seni yang tulus.Dan bukan hanya untuk menyenangkan kuping pendengarnya,tapi juga bisa menyentuh jiwa penikmatnya.Dan yang paling penting adalah antara para musisi bisa saling menghargai karya masing-masing.

Dan bagi para penikmat musik.Nikmatilah dan dengarkan musik yang ingin kau dengar.Puaskan dahaga jiwamu.Tapi juga hargailah selera musik orang lain.Karena itu adalah hak pribadi mereka/masing-masing orang.Jika kita tidak suka pada sesuatu bukan berarti kita harus membenci dan antipati pada hal tersebut kan........???!!!

Sekali lagi,hargailah segala perbedaan.Dan syukurilah semua itu.Karena pada dasarnya segala perbedaan itu adalah anugerah.Yang membuat hidup kita lebih berwarna.Dan perbedaan membangun pribadi dan jiwa menjadi lebih "kaya" dan "tangguh".........

Rumi Tentang Musik dan Puisi




Seperti sufi pada umumnya, Rumi bukan hanya seorang pencinta puisi. Tetapi juga seluruh cabang seni seperti musik, tari dan seni rupa. Bagi sufi secara umum seni religius dan kerohanian dapat dijadikan bukan hanya sebagai sarana dakwah, tetapi untuk meningkatkan bobot pengalaman religius dan kerohanian itu sendiri. Dengan kata lain seni sebagai sarana kontemplasi dan meditasi, dan kendaraan naik menuju pengalaman kerohanian yang lebih tinggi. Pada peringkat ini dia berfungsi sebagai pemulihan bagi jiwa manusia. Karena itu tak mengherankan filosof dan dokter seperti Ibn Sina menggunakan musik sebagai sarana pengobatan bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa.


Dalam wawasan estetika sufi, seni sebagai ungkapan jiwa memiliki setidak-tidaknya empat fungsi yang bermanfaat bagi pemulihan jiwa. Pertama, ‘tajarrud’ pembebasan jiwa dari hal-hal yang bersifat duniawi dan kebendaan melalui hal-hal yang bersifat duniawi. Bunyi yang merupakan media musik, kata yang merupakan media puisi, bentuk dan watrna yang merupakan media seni rupa, gerak yang merupakan media tari – berasal dari hal-hal yang duniawi. Namun dapat dijadikan tangga naik menuju pengalaman kerohanian setelah diolah oleh seniman secara estetik dan kreatif. Kedua, “tawajjud” (dari kata wajd yang artinya perjumpaan dalam hati, kekusyukan, ekstase). Seni memberikan kekusyukan sebab itu dapat dijadikan sarana kontemplasi dan meditasi. Ketiga, seni mendidik jiwa manusia untuk mengendalikan dan membimbing perasaan atau emosi menjadi positif. Keempat, seni juga memiliki fungsi sosial. Ia mengikat suatu komunitas dalam kebersamaan. Musik yang melanjutkan semangat perjuangan misalnya dapat meningkatkan dan menyatukan semangat juang suatu komunitas.

Sebagai seorang sufi, Rumi sendiri dikenal seorang pencipta komposisi musik dan lagu, serta seorang koreografer ulung pada zamannya. Beliau mahir meniup nay atau seruling. Alat musik kegemarannya selain seruling adalah rebab, biola, rebana, tabla dan pandura. Bukunya Matsnawi diawali dengan pemaparan “Kisah Lagu Seruling”, yang melambangkan dan mengekspresikan kerinduan para sufi untuk kembali ke kampung halamannya yang abadi di alam ketuhanan. Musik yang indah baginya adalah ungkapan kerinduan seseorang terhadap asal usul kerohaniannya di alam yang sebenarnya tidak jauh dari dirinya.

Menurut Rumi kerinduan segala sesuatu kepada asal-usulnya atau permulaan kejadian dirinya bersifat kudrati. Dalam Mathnawi III:4436-7, beliau menulis:

Hasrat tubuh akan padang hijau dan air memancur
Terbit karena ia (Adam) berasal dari tempat itu (Taman Eden)
Kerinduan jiwa kepada Kehidupan dan Yang Maha Hidup
Terbit karena ia berasal dari Jiwa Abadi

Dalam sajak “Kisah Lagu Seruling” Rumi mengumpamakan kerinduan seorang sufi untuk bersatu dengan Tuhannya sebagai kerinduan suling yang ingin bersatu semula dengan asalnya iaitu batang pokok bambu yang rimbun. Rasa pilu yang terdengar melalu lagu seruling terbit karena kesedaran bahwa ia terpisah jauh dari batang pokok bambu yang merupakan tempatnya yang asal dan sebenar. Hasratnya untuk kembali dan bersatu semula dengan asalnya itu menyebabkan ia tergerak menyampaikan keluh-kesahnya dalam nyanyian yang merdu. Suling atau seruling melambangkan jiwa yang rindu kepada asal-usul kerohaniannya dalam alam metafizik, dan kerinduannya itu dibakar oleh api cinta. Karena dibakar oleh api cinta maka nyanyian indah dan lagu merdu dapat dihasilkan.
Dalam sajak itu Rumi hendak menjelaskan bahwa semua bentuk seni yang indah berasal dari hati seorang seniman yang cinta akan keindahan hakiki dan dari perasaan rindunya yang membara untuk mencapai keindahan tersebut. Melalui lagu atau nyanyian yang disampaikannya itu seseorang berikhtiar mengekpresikan dan merealisasikan dirinya. Dalam bahagian awal “Kisah Lagu Seruling” Rumi menyatakan, bermaksud:

Dengan alunan pilu seruling bambu
Sayu sendu lagunya menusuk kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi cinta dan kepiluan

Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
O kurindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku

Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka?
Dengar, dengar alunan lagu seruling bambu

Melalui ungkapan “Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka? Dengar, dengar alunan lagu seruling bambu!” Rumi menyatakan bahwa mereka yang ingin mengetahui derita jiwa para sufi, yang membuat ia merindukan Tuhannya, agar mendengar kisah lagu seruling dan memahamkan maknanya. Seruling menyampaikan lagu yang sendu dan pilu, namun indah dan merdu, karena kepiluannya yang mendalam disebabkan terpisah dari asal-usul kerohaniannya.
Kepiluan disebabkan berpisah dengan seseorang atau kampung halaman membuat kerinduan seseorang terbakar, dan rindu merupakan permulaaan dari cinta. Ungkapan ‘api cinta’ yang dinyatakan Rumi dalam sajaknya itu ialah api rindu. Sama seperti halnya cinta, rasa rindu dapat membawa jiwa atau fikiran seseorang terbang jauh melampaui awan gemawan untuk menemui orang yang dirindui atau dicintai. Dalam sajak di atas Rumi sekaligus juga hendak menyatakan bahwa musik atau nyanyian dapat dijadikan media menyampaikan rasa rindu dan media untuk terbang jauh ke alam transendental atau kerohanian.


Dalam sajaknya yang lain Rumi menyatakan bahwa nyanyian yang merdu dan musik keagamaan yang indah dapat menerbitkan perasaan rindu dan cinta bangkit dalam hati pendengarnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan lagu keagamaan yang indah dan penuh harmoni dapat membawa ingat jiwa manusia kepada suara-suara yang pernah di dengarnya dalam alam keabadian. Menurut al-Qur`an Adam dan Hawa, yang merupakan nenek moyang umat manusia, pada mulanya bermukim di Taman Firdaus atau Taman Eden yang diliputi oleh keindahan. Di sana mereka akrab sekali dengan lagu-lagu dan suara yang indah. Maka suara musik atau lagu keagamaan yang indah dapat membakar kerinduan jiwa manusia kepada syurga, yang merupakan tempatnya yang asal. Rumi menulis, yang maksudnya:

Nada suling dan puput yang menawan telinga
Dikatakan dari putaran angkasa biru asalnya
Sedangkan iman yang mengatas rantai angan dan cita
Tahu siapa pembuat suara sumbang dan merdu

Kami ialah bahagian dari Adam, bersamanya kami dengar
Lagu indah para malaikat dan serafim
Kenangan kami, walau tolol dan menyedihkan
Sentiasa tertambat pada alunan musik syurga

O, Musik ialah darah dan daging para pencinta
Musik menggetarkan jiwa sehingga terbang ke angkasa
Bara berpijar, api abadi dalam hati semakin berkobar
Kami dengar sentiasa dan hidup dalam ria dan damai

Dalam sajaknya yang lain Rumi menyatakan betapa besarnya pengaruh musik keagamaan kepada jiwa pendengarnya:
.
Gemuruh bunyi terompet dan gedebam suara genderang
Serupa dengan suara gemuruh nafiri alam semesta
Para filosof berkata keselarasan ini dari perputaran angkasa asalnya
Melodi yang dilagukan orang dengan pandura dan kerongkongan
Sesungguhnya ialah suara perputaran angkasa
Para pemeluk agama yang teguh percaya
Pengaruh syurga membuat yang tak menyenangkan menjadi indah
Sejak itulah musik merupakan hidangan para pencinta Tuhan
Karena di dalam musik ada cita rasa ketenteraman jiwa
Apabila jiwa mendengar lagu dan suara seruling
Ia mengumpulkan tenaga dan menjelmakannya ke dalam tindakan
Api cinta semakin berkobar-kobar karena nada lagu yang indah
Seperti semangat orang melemparkan benda berat ke dalam air

Selain dapat membawa pendengarnya ke alam transendental, musik keagamaan dapat memberi ketenangan kepada jiwa dan juga memberi kekuatan, dan dengan demikian keimanan terhadap Sang Kebenaran Tertinggi semakin teguh dan mendalam. Cinta yang mendalam kepada Tuhan dikaitkan dengan tumbuhnya kekuatan batin, dan musik dapat memberi perangsang ke arah itu.

Lagu Seruling

“Lagu Seruling” adalah untaian sajak pembukaan dalam kitab Matsnawi. Dikatakan di dalamnya, bahwa “Setiap orang yang berada di tempat yang jauh dari asalnya, akan merasa rindu untuk kembali ke masa tatkala ia masih bersatu dengannya (asalnya)”. Kerinduan tersebut dilambangkan dengan kerinduan seruling untuk bersatu semula dengan batang pokok bambu. Ungkapan tersebut diilhamkan oleh ayat al-Qur`an, “Inna li` Llah wa inna ilayhi raji`un” (Sesungguhnya dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan).
Ungkapan di atas menjelaskan bahwa asas kewujudan segala sesuatu bersifat spiritual. Manusia ialah makhluq atau ciptaan Tuhan paling indah dan sempurna dilihat dari sudut kerohanian, karena menurut al-Qur`an manusia itu dicipta mengikut surah-Nya (gambar-Nya) dan ke dalam diri manusia Tuhan meniup roh. Berlandaskan kenyataan tersebut maka roh dipandang sebagai hakikat terdalam diri manusia. Maka itu para sufi menyatakan bahwa di dalam roh manusia ada bahagian paling inti yang merupakan rahsia Tuhan (sirr Allah). Dengan itu manusia pertama sekali ialah makhluq spiritual, bukan makhluq jasmani. Yang menentukan kehidupan manusia ialah kerohaniannya.

Rumi juga menyatakan bahwa “Roh tidak terdinding dari tubuh, pun tubuh tidak terdinding dari roh, namun tubuh tidak diperkenankan melihat roh”. Dengan itu roh dan tubuh sebetulnya dekat, tetapi tubuh tidak dapat melihat roh. Ungkapan tersebut didahului dengan ungkapan, “Rahsia laguku tidak jauh tempatnya dari ratapku, namun mana ada telinga mandengar dan mata melihat.” Ini bermakna makna atau rahsia yang tersembunyi dalam lagu sendu seruling bambu tidak dapat difahamkan dengan pemahaman biasa. Ia dapat difahamkan melalui pendengaran dan penglihatan batin (makrifat).

Terbitnya kesedaran jiwa dan roh akan asal-usul kerohaniannya digerakkan oleh Cinta, bukan oleh logika. Kata Rumi, “Inilah api Cinta yang bersemayam dalam seruling bambu, inilah kobaran semangat Cinta yang terkandung dalam anggur”. Seruling bambu merujuk kepada jiwa yang diresap kerinduan mendalam kepada Tuhan, kobaran semangat Cinta dalam anggur merujuk kepada ekstase atau kemabukan mistikal dalam jiwa seorang sufi yang tertawan oleh keindahan-Nya.

Tubuh dan roh merupakan dua entitas yang sesungguhnya bertentangan, namun menjadi satu dalam diri manusia. Karena tubuh dan roh pada dasarnya saling bertentangan, maka pertentangan yang ada dalam jiwa manusia merupakan perkara biasa atau kudrati. Tubuh (hawa nafsu) memandang bahwa lagu kerohanian yang didengar dari suling bambu merupakan racun, tetapi roh atau jiwa yang rindu kepada Yang Haqiqi memandang lagu tersebut sebagai obat penawar atau obat yang dapat menyembuhkan duka disebabkan rindu.Kata Rumi, “Siapa pernah melihat racun dan obat penawarnya sekaligus seperti seruling?”

Demikian menurut Rumi, esensi musik adalah racun dan sekaligus obat penawarnya. Secara hakiki yang disampaikan dalam musik adalah kepiluan dan sekaligus kegembiraan. Terlalu berlebihan mengungkapkan kepiluan atau kesedihan membuat musik jadi sentimental. Terlalu berlebihan mengungkapkan kegembiraan menjadikan musik hanya sebagai ungkapan hura-hura. Fungsinya sebagai pembawa jalan kenaikan atau perenungan menjadi berkurang.

Manfaat Musik dalam Kehidupan Sehari-hari

Musik merupakan simfoni kehidupan, menjadi bagian seni yang mewarnai kehidupan sehari-hari manusia di muka bumi. Tanpa musik dunia sepi, hampa dan monoton karena musik mampu mencairkan suasana, merelaksasi hati serta menstimulasi pikiran manusia sebagai pemeran cerita kehidupan. Musik tak sekedar memberikan efek hiburan, tetapi mampu memberikan makna untuk membangkitkan gairah dan spirit hidup untuk memberdayakan dan memaknai hidup. Mendengarkan musik, menghayati dan menikmatinya merupakan aktivitas yang menyenangkan dan bisa membuat kita nyaman. Efek inilah yang secara medis dan psikologis menimbulkan reaksi positif pada kondisi fisik dan psikis manusia, termasuk  saya dan kita. Lalu apakah manfaat musik yang sebenarnya dalam kehidupan kita sehari-hari?
Musik mengalami masa keemasan dalam sejarah peradaban Islam. Dari berbagai literatur yang saya baca, tokoh-tokoh seperti Al – Kindi dan Al – Farabi merupakan ilmuwan yang mengembangkan musik sebagai terapi. Pada abad ke- 9, Al – Kindi sudah mencoba menerapkan pengobatan dengan musik kepada seorang anak yang lumpuh total. Selanjutnya, pemanfaatan musik sebagai terapi berkembang pesat di era kejayaan Turki Usmani. Pengembangan terapi musik ini terus berlanjut hingga menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Efek musik begitu signifikan dalam upaya menyembuhkan, menyehatkan dan mencerdaskan pribadi manusia. Oleh karena itu, manfaat musik dalam kehidupan begitu simultan dengan aspek kesehatan fisik, psikologis dan kecerdasan manusia, terutama yang dikembangkan melalui terapi musik.
Ada beberapa manfaat musik berkaiatan dengan keseharian kita dan penggunaannya sebagai terapi.
Pertama, musik bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita karena musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan. Menurut Campbel, musik mampu menghasilkan stimulan yang bersifat ritmis. Stimualan ini kemudian ditangkap oleh pendengaran kita dan diolah di dalam sistem saraf tubuh serta kelenjar otak yang mereorganisasikan interpretasi bunyi ke dalam ritme internal pendengarnya. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. Metabolisme yang lebih baik akan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik. Dengan sistem kekebalaan yang lebih baik, tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit.

Kedua, musik dapat meningkatkan intelegensi karena rangsangan ritmis mampu meningkatkan fungsi kerja otak kita. Ritme internal yang dihasilkan musik membuat saraf-saraf otak bekerja, rasa nyaman dan tenang yang distimulasi musik membuat fungsi kerja otak bekerja optimal. Bila hal ini sering dilakukan, fungsi kerja otak kita akan semakin prima, sehingga kemampuan berpikir kita lebih jernih dan tajam, serta bisa mencegah kepikunan (alzheimer). Perlu kita ketahui bahwa bagian kanan otak kita berkaitan dengan kecerdasan dan perkembangan artistik dan kreatif, bahasa, musik, imajinasi, warna, pengenalan diri, sosialisasi dan pengembangan kepribadian. Karena itu, rangsangan ritmis dari musik yang diperdengarkan juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan kreativitas, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat kita.

Ketiga, musik bisa menimbulkan reaksi psikologis yang dapat mengubah suasana hati dan kondisi emosi, sehingga musik bermanfaat sebagai relaksasi yang dapat menghilangkan stress, mengatasi kecemasan, memperbaiki mood dan menumbuhkan kesadaran spiritual. Sebagai sebuah bentuk seni, musik tak hanya menciptakan harmoni nada yang enak didengar, tetapi juga memberikan kesan indah yang mampu menggugah dan mengantarkan manusia pada kesadaran yang dalam dan penuh, menelusuri lorong-lorong hampa dalam ketidakberdayaan harapan. Kesadaran akan fitrah kemanusiaan yang tak bisa lepas dari masalah, kesadaran akan keberadaan kekuatan Yang Maha Sempurna, sehingga timbul kepasrahan untuk berserah kepada-Nya. Penyerahan diri inilah yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan beban pikiran dan perasaan yang menekan. Rangsangan ritmis yang dihasilkan musik mampu membuat pikiran rileks, serta menimbulkan perasaan-perasaan positif , tenang, nyaman dan optimis bahkan bahagia.
Keempat, musik bermanfaat sebagai alat dan media komunikasi antarmanusia karena musik merupakan bahasa universal yang mampu memadukan perbedaan, menciptakan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan. Sejarah sering kali mencatatkan peran dan manfaat musik sebagai sarana pergaulan dan media komunikasi yang bisa dipahami semua orang, sekalipun kita tidak memahami bahasa tiap-tiap bangsa. Dalam kehidupan nyata sehari-hari pun, musik sering kali menjadi alat komunikasi dengan orang yang kita cintai, mewakili perasaan hati, ungkapan kerinduan bahkan kemarahan.
Berkaitan dengan manfaat musik tersebut,  jenis-jenis musik juga sangat mempengaruhi manfaat yang dirasakan setiap orang, khususnya bagi yang menjalani terapi musik. Bagi saya, mendengarkan atau bermain musik sendiri, sebenarnya bisa menjadi terapi, terutama ketika saya mengalami kejenuhan, bosan, bad mood alias bete. Musik bisa memunculkan kembali semangat dan motivasi untuk melakukan sesuatu yang berguna. Dengan musik, kita tidak saja mampu menghayati dan meresapi alunan nadanya, tetapi juga mampu memahami diri dan orang lain di sekitar kita, serta menghayati esensi hidup yang sebenarnya.amin.

Pertunjukan Musik yang Indah...

Seperti berada di sebuah panggung "orchestra" dengan alat musik masing-masing yang harus dimainkan, demikianlah hidup kita. Manusia dengan hidupnya sebagai musisi dengan alat musiknya, dan dunia ini adalah panggungnya. Alat musik yang berbeda, suara musik yang berbeda, pemusik yang berbeda dan masing-masing memainkan yang menjadi kesukaannya, tapi bersatu menjadi nada-nada yang indah ketika para pemainnya mau diatur Sang Dirigen sebagai pemimpin yang mengarahkan alur permainannya.
Alunan musik yang indah berbicara tentang tiga hal, yang pertama tentang bagaimana seorang musisi menguasai bagaimana cara memainkan alat musiknya dengan baik dan benar. Yang kedua, bagaimana ia bisa menyatukan suara alat musiknya dengan suara alat musik musisi-musisi lain, dan yang terakhir sekaligus yang terpenting adalah bagaimana pandangan dan gerakan semua musisi yang berada di panggung dapat mengikuti arahan tangan Sang Dirigen dengan baik dan benar. 

Sama halnya dengan cara membuat suatu pertunjukan musik menjadi indah, begitu juga kita bisa membuat ”pertunjukan hidup” kita menjadi indah. Bagaimana kita menghidupinya adalah sama seperti bagaimana kita memainkan alat musik. Kita harus mengenalnya dan menguasainya. Kita tahu bahwa gitar tidak bisa asal dipetik, piano tidak bisa asal ditekan, drum tidak bisa asal dipukul, suling tidak bisa asal ditiup, begitu pula dengan alat-alat musik lain. Ya, dengan begitu kita harus sadar dan bisa menerima bahwa untuk menghidupi hidup kita masing-masing. Awalnya memang tidak mudah, kita harus mau berlatih memainkannya, butuh waktu, butuh kesabaran, dan butuh sebuah semangat yang tidak pernah menyerah sampai kita bisa memainkannya bahkan menguasainya. Tidak bisa asal-asalan! Itulah hal pertama yang perlu kita sadari.
“Bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku!” 2 Korintus 13 : 11
Hal kedua berbicara tentang bagaimana kita menyatukan suara alat musik kita dengan suara alat musik lain. Ketika semua musisi berdiri dalam satu panggung, mereka harus bisa bekerjasama menyatukan perbedaan yang ada di dalam diri mereka. Bisa dibayangkan bagaimana kekacauan yang terjadi jika sang gitaris memainkan lagu A, sang pianis memainkan lagu B, dan sang drumer memainkan lagu C dalam satu panggung dalam waktu bersamaan. Ya, dalam hidup ini kita harus menyadari bahwa perbedaan kita dengan orang lain adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari dengan memilih menjauhkan diri dari orang-orang yang berbeda dengan kita, tetapi sebaliknya kita harus belajar memilih mendekati perbedaan tersebut dan menyatukannya. Dan ketika harmonisasi itu berhasil, maka kita akan menyadari bahwa perbedaan kita satu dengan yang lain adalah keindahan sesungguhnya. Intinya, kita harus belajar membangun hubungan yang benar dan baik dengan orang lain. Satu hal yang perlu kita ingat adalah tidak ada kemudahan di dalamnya, yang ada adalah proses-proses sulit yang mungkin terjadi dimana kita harus menghadapi perbedaan sikap, karakter, atau bahkan kelemahan orang lain yang sulit kita terima, tetapi ketika kita bisa mengatasinya, maka keindahannya cukup membayar segala kesulitan yang pernah kita alami. 

Hal terakhir sekaligus yang terpenting adalah bagaimana para musisi bisa menyatukan permainannya dengan arahan Sang Dirigen. Bayangkan jika mereka tidak memfokuskan matanya kepada arahan Sang Dirigen, bayangkan jika Sang Dirigen menginstruksikan agar yang seorang berhenti tetapi ia tidak berhenti, atau yang seorang memulai tetapi ia tidak memulai karena tidak memperhatikan atau mengindahkan arahannya. Apakah musisi itu bisa dikatakan berhasil? Ia tidak hanya mengancam keberhasilannya, tetapi juga orang-orang yang satu panggung bersamanya. Ia tidak membuat keindahan, tetapi ia sebaliknya menimbulkan kekacauan. Ya, begitu pula hidup kita ini jika kita melepaskan pandangan kita dari Tuhan, Sang Dirigen kehidupan kita jika kita tidak mengindahkan arahanNya kepada kita untuk menjalani hidup ini dengan benar. Tuhan adalah Pemimpin kita, sama seperti seorang dirigen yang tahu bagaimana mengatur alunan musik menjadi indah, begitu pula Tuhan. Hanya Ia yang tahu bagaimana mengatur hidup kita agar bisa membuatnya menjadi yang indah, baik bagi kita, orang lain, maupun bagiNya. Tetapi semuanya itu dikembalikan kepada keputusan kita masing-masing, apakah kita mau dipimpin olehNya atau tidak? Keputusan, komitmen, dan kesetiaan kitalah yang akan menjawabnya.

Tips dan Trik Berlatih Drum

Sering kali banyak musisi nanya, gaimana cara melatih tangan kiri? Bagaimana cara melatih kick motion? Biasanya jawaban pada umumnya itu membuat mereka menarik nafas panjang atau malah jengkel; LATIHAN. Satu kata yang dilakukan semua musisi (dalam hal ini drummer), namun hasilnya bebeda. Banyak yang berkata sudah berlatih sekian jam tapi hasilnya tidak ada, malah tidak sedikit yang jenuh dan tertekan saat berlatih.

Sering kali latihan menjadi momok karena kebanyakan dari kita tidak tahu apa yang mau kita lakukan di ruang latihan. Kita masuk ruang berlatih dengan ekspektasi yang besar untuk satu tujuan, namun saat berada di tengah-tengah ruangan berlatih, kita tidak tahu harus melakukan apa untuk mencapai apa yang kita inginkan. Akhirnya waktu kita berjam-berjam sebenarnya di pakai untuk ’bermain’ dalam ruang latihan, dan diakhir sesi latihan, kita mengatakan ke diri kita bahwa kita telah berlatih 4jam namun sebenarnya kita tidak mendapatkan kemajuan yang berarti dari hari kemarin.

Apa yang harus kita perhatikan agar sesi latihan itu efektif dan membangun kemampuan kita, memperoleh apa yang kita inginkan?

Beberapa tips yang bisa saya bagikan antara lain:

Pertama-tama tentukan tujuan. Apa yang ingin kamu dapatkan dalam latihan. Tanpa tujuan, sebuah latihan menjadi sangat panjang tanpa henti dan membosankan. Contoh, jika kita berlatih samba, itu merupakan sebuah tujuan. Jangan keluar dari sesi latihan, sampai tujuan tsb tercapai. Terlihat sepele, namun ini lah yang bisa menolong kamu keluar dari sesi latihan dengan hasil yang diimpikan. Sesungguhnya inilah bagian yang menyenangkan dari latihan.

Hal berikutnya yang perlu dilakukan sebelum barlatih adalah mengambil waktu. Bukan menyisihkan waktu, namun menyediakannya secara khusus, bukan sekedar meluangkan waktu. Jika kita tidak menyediakan waktu yg sepantasnya untuk berlatih, jangan harap skill kita akan bertambah.

Setelah kita memliki tujuan dan waktu, apa lagi yang dibutuhkan? Sebuah Materi latihan. Di bawa ini beberapa bagian didalam materi latihan tsb. Tidak harus begini, tergantung kebutuhan, namun kira-kira beginilah acuannya.

  1. Pemanasan (10-15% dari waktu latihan), biasanya rudiment nonstop sepanjang waktu pemanasan. Biasanya dengan tempo medium. Tidak usah cepat-cepat, karena tujuannya hanya untuk melemaskan otot-otot sebelum masuk dalam materi yang lebih berat.
  2. motion, cordination (20-35%), ini melatih kordinasi tangan vs tangan, kaki vs kaki, dan tangan vs kaki. Biasanya ini yang paling sering ingin dilatih. Semisal double pedal, rudiment, dll. Ini termasuk kordinasi. Seperti kata Vinnie Coulaiuta, dan Akira Jimbo, drum is all bout rudiment, yang notabene merupakan kordinasi tubuh. Kordinasi tubuh tanpa motion tidak akan menghasilkan sebuah musik. Ini yang membedakan antara sekedar ’bunyi’ dengan musik.
  3. Pattern, groove (20-35%), selain kordinasi, kita perlu juga mengaplikasikannya kedalam sebuah pattern groove. Semisal yang kita sedang latih adalah fivestroke roll. Setelah menguasai kordinasi bentuk rudiement dan motionnya, kita belajar menerapkan dalam fill-in sebuah lagu.
  4. reading, hearing; selain mengaplikasikan kedalam sebuah pattern, kita perlu juga merubah pola-pola tsb. Semisal saat kita berlatih fivestroke roll di snare, kita perlu juga memindahkan ke tom-tom, atau tom2-snare, atau simbal-snare, dan banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita ciptakan. Ini tidak semata melatih kordinasi dalam drumset, namun juga melatih pendengaran kita dalam bentuk kordinasi suara yang berbeda. Tidak jarang gw sendiri sering dikejutkan dengan suara yang dihasilkan dengan sedkit saja perubahan dalam kordinasi drumset, secara pattern rudiment yang dimainkan sama. Selain itu juga belajar untuk menuliskan semua yang kita mainkan, dan memainkan semua yang kita tuliskan.

Porsi waktu tidak harus seperti diatas, bisa diubah sesuai dengan porsi yang hendak dikuasai. Idealnya keempat poin ini ada dalam setiap sesi latihan, namun kendalanya sering kali poin-poin ini miss dikarenakan poin sebelumnya tidak dapat terselesaikan padahal sesi latihan kita sudah habis, dan gw sering mengalaminya. Biasanya gw akan membaginya dalam beberapa hari. Semisal hari pertama akan menyelesaikan poin no1 dan no2, dan hari brikutnya poin 3 dan 4. Setelah bentuk dari kordinasi tsb benar-benar gw kuasai, baru gw mencobanya dalam groove dan chart.

Selain itu ada beberapa hal juga yang patut diperhatikan saat berlatih, yaitu:
  • sediakan handuk dan air mineral. Hal yang sepele, namun penting. Karena drumming termasuk ’olah raga’ dalam arti yang sesungguhnya, sehingga tubuh akan banyak mengeluarkan kringat untuk mendinginkan tubuh. Kalo bisa sehabis berlatih, mandi biar gak bau.
  • Usahakan untuk berlatih dengan menggunakan metronom. Ini melatih kita untuk keep on tempo. Terlepas dari selera beberapa orang yang suka bermain musik tanpa tempo, berlatih perlu menggunakan tempo, agar tubuh ini tahu dari dini apa itu tempo.
  • Gabungkan beberapa latihan. Ini tips dari Thomas Lang yang sempat Tour Klinik di Indonesia. Dia sarankan untuk menggabungkan beberapa materi dalam satu latihan agar ini menghemat waktu berlatih. Contohnya jika kita sedang berlatih singel stroke di pedal, usahakn juga utk memainkan groove atau rudiment pada tangan. Sehingga kita mendapatkan beberapa hasil dalam satu waktu bersamaan.
  • Usahakan untuk berlatih di depan cermin. Ini dapat memperlihatkan bagaimana motion dan body language kita saat bermain. Ini menjadi hal yang penting karena drummer tidak hanya didengar saja seperti pemain keyboard or vocalis, namun juga dilihat (survei majalah ’Hai’, drummer menempati urutan pertama yang ingin dilihat dalam sebuah band). Selain itu, belajar bermain di depan kaca membuat kita mengerti bahwa setiap drummer mungkin tidak ganteng, tapi banyak cewe cantik yang berebut pacaran sama kita. Syukuri anugrah tsb
  • Jika memungkinkan rekam hasil latihanmu, dan dengarkan bagaimana loe bermain. Apakah intonasinya jelas, stroke-nya rata atau tidak, bagaimana harmoni suaranya, dsb. Tapi jangan pernah memberikan rekaman latihan kita kepada produser atau MD (music director)!
  • Fun and Creative. Namanya juga musik, harus kreatif dong, termasuk dalam berlatih. Sesi latihan harus menyenangkan, karena ingat sebelumnya, latihan itu hampir kita lakukan sepanjang hidup kita. Kalo tidak menyanangkan, hidup akan menjadi beban dan menyusahkan karenanya.


Kunci dari keberhasilan dari latihan adalah disiplin. Mendisiplinakan diri itu perlu, dalam hal apapun juga. Tidak ada hasil yang kita dapatkan tanpa disiplin. Belajar adalah cara kita mendisiplinkan diri terhadap sesuatu hal. Tidak ada belajar tanpa disiplin.